
Oleh
Dr Ir Hadi Prajaka SH MH.
๐พAda komentar menarik yg bilang:
ยซโDi era modernisasi, AI, globalisasi, apakah anak muda masih tertarik dgn produkยฒ lama?โยป
Pertanyaannya justru dibalik ๐
Benarkah anak muda yg tidak tertarik?
Atau sebenarnya ada satu generasi di tengah yg sejak lama memutus hubungan mereka dgn akar budayanya sendiri?๐ค
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Coba lihat fenomenanya hari ini ๐
Saat akses pengetahuan masih dibatasiโฆ
budaya lokal mudah dicap:
โ sesat & KAFIR
โ musyrik & syirik
โ primitif & kuno
โ jahiliyah & Atheis
Narasi itu sangat kuat di cekokkan , di suntikan ke otak Waras agar seluruh rohani nya mati Nalar terutama pada generasi transisi era 80โ90an.
Generasi inilah yg tumbuh seperti pohon yg etiolasi saat gelombang identitas agama dokma di formalkan sampai di desa dan puncak gunung dengan sangat kuat, model Suci ala gurun pasir,๐.. lagu rohani seperti mettaliur yg melambangkan sirine perang dunia, proses ketakutan di segala lini dan
Segala sesuatu mulai diukur bukan dari nilai dan maknanyaโฆ tapi dari:
๐ โapakah ini mirip Arab atau tidak?โ, kepala harus mulai distempel gosong lambang manusia Suci… zaman berubah total.
Akhirnya yg terjadi adalah proses โarabnisasi kesadaran.โ ๐ sampai air kencing onta menjadi cara masuk akherat kelak.
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Bukan cuma cara ibadah yg berubah, pola relasi sosial juga berubah secara radikal dan dramatis serta liar,
Tapi perlahan: titik balik menjadi proses alamiah
๐ง pakaian harus diarahkan ke kultur Timur Tengah, kedodoran dan jubah kubus
๐ฃ๏ธ istilah sehariยฒ diganti
๐ถ nama anak harus terdengar Arab, jalan jalan diganti manuskrip gurun,
๐ญ budaya , adat, tradisi warisan budaya Nusantara dianggap rendah, dianggap sampah’ dan comberan dan bahkan dianggap wujud syetan, peradaban lacur,
๐ manuskrip leluhur dianggap berbahaya๐ข
๐๐ฅต
Fenomena itu memang, faktual secara sosial, nyata secara cultural dan politik terutama sejak gelombang religiusitas doktrin agama di formalisasi menguat di tahun era 80โ90an.
Banyak istilah keseharian daerah perlahan digeser menjadi istilah Arab agar terdengar lebih suci โislamiโ ๐
Contohnya:
๐จ Ayah โ Abi / Abah
๐ฉ Ibu โ Ummi
๐ง Teman lakiยฒ โ Ikhwan
๐ฉ Teman perempuan โ Akhwat
๐ซต Kamu โ Antum / Anti
๐ Terima kasih โ Syukron
๐
Selamat pagi โ Assalamuโalaikum dipakai utk semua konteks
๐ Pengajian โ Majelis taโlim
๐ง Kerudung โ Hijab / Khimar
๐ Rumah โ Bait
๐ถ Anak โ Aulad
๐ง Nasihat โ Tausiyah
๐ฌ Bicara โ Kalam
๐ซ Saudara โ Ana akhi / ukhti
Pokoknya seluruh nilai luhur dimusnahkan sampai ke akar akar nya, tumbang.
Padahal sebelumnya masyarakat Nusantara sudah punya istilah dan tata bahasanya sendiri ๐ฟ, budaya dan adat istiadat tradisi leluhur nya merupakan satu expression spiritual wisdom culture, menjadi relasi ketauladanan kebaikan hidup, panduan sains wisdom,
Yg menarik, ini bukan sekadar perubahan kataโฆ
tapi perubahan identitas, pemusnahan massal cultural dan psikologis serta kehancuran simbol sosial’ bangsa, yg dahulu sebagai pemandu peradaban dunia
Dari simbol filsafat ilmu ibarat menaiki Garuda terbang menjadi naik kambing/ domba terbang
Karena bahasa , huruf dan Sesanti bangsa itu untuk membentuk cara manusia memandang dirinya sendiri ๐ง
Saat generasi tengah menganggap istilah sains lokal wisdom dianggap kurang religius, sementara istilah Arab dianggap lebih suci, di situlah perlahan muncul inferioritas budaya warisan leluhur yg penuh biological indigenius sains wisdom ๐ di buang di kotak sampah’, peradaban tumbang hampir tercerabut.
Akhirnya:
๐พ istilah manuskrip Jawa dianggap kuno, mistik, dan sesat, musuh agama.
๐พ sapaan Nusantara dianggap kurang islami
๐พ budaya lokal dianggap kelas dua, kotoran iman
Padahal Arab sendiri adalah kultur wilayah gurun, bukan merupakan satu-satunya representasi dari Tuhan ๐
Dan yg menarik lagiโฆ
generasi muda sekarang justru mulai lebih santai dan cair ๐, kesadaran tumbuh
Mereka bisa:
๐ฑ modern
๐ religius
๐พ tapi tetap bangga warisan nenek moyangnya memakai istilah Bumi Pertiwi, adat tradisi & budaya Nusantara, mereka mulai menggali pengetahuan warisan wisdom culture nya.
Karena mereka mulai sadar:
spiritualitas tidak harus kehilangan identitas budayanya sendiri.
Arab itu budaya wilayah ๐ bangsa asing tidak mencerminkan nilai-nilai luhur yang mereka warisi
bukan satu-satunya bentuk peradaban Suci manusia.
Lucunyaโฆ
di saat yg sama budaya luhur Nusantara yg mengandung filosofi sains dan teknologi malah mulai dicurigai di tanahnya sendiri ๐
โ Wayang dianggap syirik.
โ Nyadran dianggap bidโah.
โ Tayub dianggap maksiat.
โ Sesajen dan tradisi dianggap KAFIR, sekuler menyembah selain Tuhan.
Semua disapu rata, dipukul bersih tanpa sisa , mereks tidak mau membaca konteks antropologi, budaya , sejarah, dan fungsi falsafah hidup dan sosial budaya warisan Nya.๐
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Padahal secara akademik dan secara ilmu pengetahuan๐ falsafah
budaya Nusantara bukan sekadar ritual kosong.
Ia adalah:
๐พ sistem sosial tetapi juga sistem Biological culture
๐พ identitas kolektif budaya
๐พ memori peradaban leluhurnya
๐พ cara masyarakat menjaga harmoni lingkungan semesta
๐พ mekanisme psikologis & spiritual masyarakat agraris
Tetapi generasi tengah ini yg sangat dogmatis , kaku dan Kultus sering melihat semuanya secara halu hitam-putih โซโช
Kalau tidak berasal dari narasi kelompoknya:
langsung dicurigai.
Mereka lupaโฆ
agama datang ke Nusantara justru menyatu dgn budaya lokal, bukan menghancurkannya ๐ฑ
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Nah yg menarikโฆ
Begitu era digital datang ๐ฑ
akses pengetahuan terbuka ๐
๐ anak muda mulai bisa membaca sendiri otak intuitif nya mulai hidup
Dan hasilnya mengejutkan ๐
Para orientalis Barat dan Arab mulai kecewa berat,
Ternyata banyak generasi muda justru mulai: tumbuh kesadaran Nalar.
๐ belajar manuskrip kuno
๐ฟ mempelajari aksara Nusantara
๐ญ menghidupkan wayang
๐ถ belajar gamelan
๐ masuk forum filologi
๐ฟ meneliti spiritualitas Nusantara
๐๏ธ datang ke seminar budaya dan arkeologi
Bahkan banyak komunitas muda dan intelektual Barat sekarang muncul utk mengkaji:
โจ Serat Jawa-sunda
โจ lontar Bali-bugis
โจ kosmologi Nusantara, Manggarai, Sasak dstnya
โจ sejarah peradaban lokal
โจ simbolisme budaya leluhur
Kenapa ini bisa terjadi?
Karena generasi digital punya satu kelebihan besar:
โ ยซmereka bisa membandingkan informasi sendiri.ยป
Tidak lagi sepenuhnya dikontrol narasi tunggal ๐
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
โฉ Dulu generasi tengah Yg terinfeksi virus onta bisa dengan mudah berkata:
โItu sesat.โ
Mereka tidak mendapatkan ruang untuk membangun stigma yg merendahkan nilai luhur bangsa nya – tamat,
Selesai.
Tidak ada ruang diskusi.
Tapi sekarang anak muda bisa:
๐ membaca jurnal
๐ membuka manuskrip digital
๐ฅ melihat seminar akademisi
๐ berdiskusi lintas negara
๐ง membandingkan perspektif antropologi, sejarah, hingga filsafat
Akhirnya muncul kesadaran baru:
โฉ โJanganยฒ yg selama ini yg disebut sesatโฆ halu sebenarnya hanya budaya infiltrasi yg tidak diajarkan dan tidak boleh kami pahami?โ karena bertentangan dengan hukum Wahyu langit.
Dan itu tamparan besar bagi generasi yg dulu terlalu naif cepat menghakimi ๐ membunuh’ seluruh nilai
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Yg menggumkan lagiโฆ
generasi muda hari ini justru lebih lentur, lebih luwes, lebih smart, lebih ilmiah cara pandang nya,
Mereka bisa:
๐ modern tapi tetap mencintai budaya, adat dan tradisi luhur.
๐ฑ memakai AI tapi tetap belajar aksara Jawa-sunda -bugis – Batak dstnya
๐ง mendengar musik digital tapi tetap mencintai gamelan, campursari dan tembangยฒ daerah di kemas dgn gaya musik modern
๐ belajar global tapi tetap menggali dan menjunjung manuskrip Nusantara warisan leluhur bangsa nya sendiri bukan barang sintetis impor asing
Karena mereka tidak lagi melihat budaya sebagai โproduk lama.โ dan adat dijadikan ilmu Yg tidak lagi ketinggalan zaman, padahal adat istiadat menjelma menjadi biological theologis culture yg mengatasi masa depan bangsa, menjadi ujung tombak benturan keras PERADABAN dunia.
Tapi sebagai identitas kesadaran ๐ฟ
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
โฉ Masalah terbesar bangsa ini sebenarnya bukan modernisasi.
Tapi:
โ generasi yg malu pd akarnya sendiri
โ generasi yg memutus rantai budaya
โ generasi yg mengira semakin jauh dari budaya lokal = semakin suci
Padahal bangsa yg tercerabut dari akar budayanya akan mudah tumbang dan diarahkan jadi budak budak pasar rohani, pasar kapitalistik ๐
๐ Tidak punya identitas Adi luhung nya Yg kuat.
๐ Tidak punya arah kesadaran, kehilangan identitasnya,
๐ Akhirnya hanya jadi peniru peradaban lain.. kehilangan jati diri…sesat
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Dan sejarah membuktikanโฆ
โฉ Bangsa besar selalu menjaga jejak peradaban sejarah akar budayanya.
๐ฏ๐ต Jepang maju tanpa berhenti meninggalkan akar kebudayaan nya teruslah jadi Jepang modern.
๐จ๐ณ China modern tanpa membuang filosofi leluhurnya, scandinavian menjaga asesoris culture nya, jepang memuja Bhussido, Suku Maya mempropagandakan sistem astrologi dan penanggalan, Demikian pula kebangkitan imperial persyia yg melawan hegemoni Amerika dan sekutunya,
๐ฎ๐ณ India tetap menjaga warisan spiritual dan manuskrip kunonya.
Lalu kenapa Nusantara justru diajarkan malu pd akar peradabannya sendiri? Minder warder, tidak percaya diri ๐๐ข
๐
โโโโโโโโโโโโโโ
Jadi jangan salah menyalahkan , jangan mudah menstigmasi generasi muda ๐ฑ mereka berkembang seperti akar pohon yg subur.
Karena faktanyaโฆ matahari tidak Bisa dihalangi keluar dari ufuk timur, semuanya diterangi tanpa diskriminasi
api itu masih hidup.
โฉ Dan sekarang, lewat era digital cakrawala literasi, sains teknologi, manuskrip yg dulu disembunyikan dilempar , dibuang, mulai dibaca lagi ๐
budaya adat tradisi tata Krama yg dulu dihina mulai dipelajari lagi ๐พ
filsafat yg dulu dianggap syirik sesat, Klenik , KAFIR mulai dikaji lagi ๐ง
Mungkin yg sedang terjadi hari ini bukan kebangkitan masa laluโฆtetapi kesadaran indigenius sains wisdom.
melainkan generasi muda yg mulai memperpanjang wawasan mencari kembali akar kesadarannya sendiri.โค
…
Salam santun
Gus WARAS NALAR
Om Santi Santi Om
