
Satu lagi paguyuban dibentuk oleh tokoh spiritual. Yaitu Paguyuban Semedi Mukti Wibawa. Seperti apakah. Berikut ini laporan Pemimpin Redaksi menaramadinah.com Husnu Mufid :

Telah terbentuk sebuah paguyuban spiritual dan budaya bernama Paguyuban Semedi Mukti Wibawa, sebagai wadah pelestarian nilai-nilai luhung spiritualitas, ketenangan batin, serta kebijaksanaan hidup yang berakar pada budaya Nusantara.
Paguyuban ini didirikan pada Hari Selasa Wage, Malam Rabu Kliwon. Tanggal 12 Mei 2026 oleh Tiga Tokoh Spiritual yang cukup terkenal di Surabaya dan Gresik.
Adapun pendiri Paguyuban Semedi Mukti Wibawa yaitu:
A. Khoirul Anam, S.H.
Ragil Hariani, S.Pd.
Supriasih
“Paguyuban tersebut mengusung slogan:
“Heneng – Hening – Henung”
yang memiliki makna mendalam tentang perjalanan batin manusia menuju ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, serta kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta,”
Ucap A.Khoirul Anam, S.H. dengan tersenyum.
Sebagai langkah awal pembentukan organisasi, katanya, pada Rabu Pahing, 20 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Rapat dan Musyawarah Pembentukan Kepengurusan serta Penyusunan AD/ART Paguyuban Semedi Mukti Wibawa yang bertempat di Cagar Budaya Arca Joko Dolog Surabaya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat spiritual budaya. Dalam musyawarah tersebut dibahas struktur kepengurusan, visi dan misi paguyuban, tata tertib organisasi, serta arah kegiatan yang akan dijalankan ke depan.
Adapun Hasil Rapat Pembentukan Pengurus Paguyuban Semedi Mukti Wibawa, Terpilihlah :
Ragil Hariani, S.Pd. Sebagai Ketua Umum.
Tri Handajani, S.Pd. Sebagai Sekretaris.
Nikodemus LH, Sebagai Bendara
Dan dibentuk juga Pengurus Bidang-bidang sesuai kebutuhan Paguyuban.
Dewan Pembina :
A.Khoirul Anam, S.H.
Supriasih
I Wayan Dendra, S.H., M.H.
“Paguyuban Semedi Mukti Wibawa diharapkan dapat menjadi ruang persaudaraan, pembelajaran, dan pengembangan spiritual Khususnya Semedi, yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya, etika, kerukunan, serta kearifan lokal bangsa Indonesia,”Tutur Supriasih Selaku Pembina_
“Melestarikan budaya Nusantara adalah kewajiban kita sebagai generasi Penerus,”cap I Wayan Dendra, S.H., M.H. Selaku Pembina_
“Melalui pembentukan paguyuban ini, seluruh anggota berharap terciptanya kehidupan yang harmonis, tenteram, serta membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Tutur Ragil Hariani, S.Pd. Selaku Ketua Umum_
Salam Budaya
Paguyuban Semedi Mukti Wibawa
“Heneng – Hening – Henung”
