
8
Prof. Mahmud Mustain, Modified AI, 2026
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)
*Pendahuluan*
Geofisika laut merupakan cabang ilmu yang mempelajari sifat-sifat fisik lautan dan dasar samudra melalui pendekatan fisika, matematika, dan observasi instrumental. Kajian ini meliputi gelombang laut, medan gravitasi, magnet bumi, seismik bawah laut, arus samudra, dinamika tektonik, hingga interaksi laut dengan atmosfer dan interior bumi.
Dalam perspektif filsafat, khususnya ontologi, geofisika laut tidak hanya dipahami sebagai kumpulan fenomena fisik yang dapat diukur, tetapi juga sebagai refleksi mengenai hakikat keberadaan dinamika laut itu sendiri.
Ontologi geofisika laut berusaha menjawab pertanyaan mendasar:
1. Apa hakikat realitas fisik laut?
2. Apakah gelombang, energi, dan medan gaya memiliki eksistensi yang sama dengan benda material?
3. Bagaimana hubungan antara keteraturan fisika laut dengan keteraturan kosmos?
4. Apakah dinamika laut hanya fenomena mekanistik, atau mengandung makna filosofis yang lebih dalam?
Melalui pendekatan ontologis, geofisika laut menjadi jembatan antara ilmu empiris dan refleksi filosofis mengenai eksistensi alam semesta.
*1. Hakikat Keberadaan dalam Geofisika Laut*
Ontologi membahas tentang “ada” atau keberadaan. Dalam geofisika laut, keberadaan tidak selalu berbentuk benda padat, tetapi juga energi, medan, gelombang, dan proses dinamis.
*Laut sebagai Realitas Fisik Dinamis*
Laut bukan sekadar kumpulan air yang diam. Secara geofisik, laut adalah sistem dinamis yang terus bergerak melalui:
* Gelombang
* Arus laut
* Pasang surut
* Turbulensi
* Interaksi termal
* Perpindahan energi
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hakikat laut lebih dekat pada konsep “proses” dibanding “diam”. Ontologi geofisika laut karena itu memandang keberadaan sebagai dinamika yang terus berlangsung.
*Ontologi Gelombang dan Energi Laut*
Salah satu aspek penting geofisika laut adalah gelombang. Gelombang memiliki sifat unik secara ontologis karena ia nyata, dapat diukur, tetapi tidak selalu berbentuk materi tetap.
Persamaan matematika gelombang menggambarkan bahwa gelombang merupakan manifestasi energi yang bergerak melalui medium laut.
Secara filosofis, gelombang menunjukkan bahwa realitas tidak selalu berbentuk objek padat. Energi dan getaran juga merupakan bagian dari eksistensi alam.
Dalam ontologi modern, hal ini mendekatkan pemahaman geofisika laut dengan filsafat proses dan fisika kontemporer, yang memandang dunia sebagai jaringan energi dan interaksi.
*Ontologi Ruang dan Kedalaman Laut*
Geofisika laut memperlihatkan bahwa ruang laut bukan ruang kosong. Laut memiliki:
* Tekanan
* Densitas
* Temperatur
* Medan gravitasi
* Medan magnet
* Struktur akustik
Semakin dalam laut, semakin kompleks karakter fisiknya. Kedalaman laut menghadirkan dimensi ontologis mengenai keterbatasan persepsi manusia.
Sebagian besar samudra masih belum sepenuhnya dipetakan secara detail. Ini menunjukkan bahwa realitas lebih luas dibanding kemampuan observasi manusia.
Laut dalam menjadi simbol:
* Misteri eksistensi
* Ketidakterhinggaan pengetahuan
* Keterbatasan manusia
* Ruang kontemplasi kosmik
*Ontologi Medan Gaya dan Ketidakterlihatan*
Geofisika laut banyak mempelajari sesuatu yang tidak tampak langsung, seperti:
* Medan magnet bumi
* Gelombang seismik
* Anomali gravitasi
* Arus bawah laut
Fenomena tersebut mengandung makna ontologis penting: sesuatu dapat nyata walaupun tidak terlihat.
Sebagai contoh, Gaya Gravitasi tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dampaknya nyata terhadap pasang surut laut, dinamika samudra, dan pergerakan bumi.
Hal ini memperluas pemahaman ontologi bahwa eksistensi tidak selalu identik dengan keterlihatan visual.
*Ontologi Geofisika Laut dan Perubahan Alam*
Geofisika laut memperlihatkan bahwa bumi merupakan sistem yang terus berubah. Aktivitas seperti:
* Gempa bawah laut
* Tsunami
* Perubahan arus samudra
* Variasi iklim laut
Pemanasan samudra
menunjukkan bahwa realitas alam bersifat dinamis.
Ontologi perubahan ini sejalan dengan pandangan filsafat Herakleitos bahwa “segala sesuatu mengalir” (panta rhei). Laut menjadi simbol nyata perubahan kontinu dalam sistem bumi.
Tidak ada kondisi laut yang benar-benar tetap. Bahkan keseimbangan laut sesungguhnya merupakan keseimbangan dinamis.
*Ontologi Keteraturan Kosmik*
Walaupun laut tampak kacau, geofisika menunjukkan adanya hukum-hukum yang teratur. Gelombang, arus, gravitasi, dan rotasi bumi mengikuti pola matematis tertentu.
Sebagai ilustrasi hubungan frekuensi dan periode, keteraturan matematis tersebut menunjukkan bahwa alam semesta memiliki struktur rasional yang dapat dipahami manusia.
Dalam perspektif ontologi kosmik, geofisika laut menjadi bukti bahwa alam tidak bergerak secara acak sepenuhnya, tetapi mengikuti hukum universal.
*2. Perspektif Ontologi Islam terhadap Geofisika Laut*
Dalam perspektif Islam, keteraturan geofisika laut dipandang sebagai bagian dari sunnatullah, yaitu hukum-hukum alam yang ditetapkan Allah.
Laut dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai tanda kebesaran Tuhan:
* Pergantian ombak
* Keseimbangan air
* Kapal yang berlayar
* Kedalaman laut
* Kegelapan samudra
Fenomena geofisika laut menunjukkan keteraturan ciptaan yang dapat dipelajari melalui ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, ontologi geofisika laut dalam Islam mencakup:
* Dimensi empiris
Laut dapat diteliti melalui observasi dan instrumen ilmiah.
* Dimensi rasional
Laut mengikuti hukum fisika yang dapat dimodelkan secara matematis.
* Dimensi spiritual
Keteraturan laut menjadi media refleksi terhadap kebesaran Sang Pencipta.
Ilmu geofisika laut dalam perspektif ini bukan sekadar penguasaan teknologi, tetapi juga sarana memperdalam kesadaran kosmik dan spiritual.
*Geofisika Laut untuk Kemanusiaan*
Kajian geofisika laut memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia, antara lain:
* Sistem peringatan dini tsunami
* Prediksi perubahan iklim
* Keselamatan pelayaran
* Eksplorasi energi laut
* Perlindungan ekosistem pesisir
* Ketahanan pangan maritim
Karena itu, filsafat ontologi geofisika laut perlu diarahkan pada kemaslahatan umat manusia, bukan sekadar kepentingan ekonomi atau geopolitik.
Ilmu pengetahuan seharusnya menjadi alat membangun keseimbangan antara manusia, alam, dan peradaban.
*Penutup*
Filsafat ontologi geofisika laut merupakan refleksi mendalam tentang hakikat keberadaan fenomena fisik laut sebagai bagian dari sistem kosmik bumi.
Geofisika laut menunjukkan bahwa realitas tidak hanya terdiri atas benda material, tetapi juga energi, gelombang, medan gaya, dan dinamika yang saling terhubung. Laut menjadi simbol perubahan, keteraturan, sekaligus misteri alam semesta.
Melalui pendekatan ontologis, manusia diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya alat teknis untuk menguasai alam, tetapi juga jalan untuk mengenali keteraturan kosmos, keterbatasan manusia, dan tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan bumi dan kemaslahatan umat manusia. Semoga bisa demikian aamiin.
Wa Allahu a’lam bish -showaab.
Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.
Surabaya,
03 Dzul-Hijjah 1447
atau
20 Mei 2026
m.mustain
