Membangun Kepemimpinan dan Sinergi Pemuda: Inspirasi dari Peran Strategis Sabolah Al Kalamby di Mandalika. Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH.Jurnalis Senior.

 

Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH.Jurnalis Senior. Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Periode 2018-2021.

Penunjukan Sabolah Al Kalamby sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pengelola Pertamina Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, menyimpan pesan motivasi yang kuat untuk seluruh organisasi pemuda.

Sabolah yang dikenal sebagai aktivis senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nusa Tenggara Barat sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), menunjukkan bagaimana peran aktif pemuda dapat melangkah ke ranah strategis pembangunan daerah dan nasional.

Penunjukan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris MGPA yang bertujuan memperkuat sport tourism dan penyelenggaraan event internasional di Mandalika, salah satu ikon pariwisata dan olahraga Indonesia.

Sebagai putra daerah yang berpengalaman dalam aktivitas kepemudaan, Sabolah menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah agar Mandalika tidak hanya sukses sebagai tuan rumah event dunia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat lokal.

“Pengembangan Mandalika tidak cukup hanya sukses dalam penyelenggaraan event internasional, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika,” kata Sabolah.

Ia menggarisbawahi pentingnya melibatkan sumber daya lokal secara maksimal dalam setiap kegiatan sehingga putra-putri daerah mendapat kesempatan berkontribusi dan berkembang.

Sebagai contoh kongkret, pada event MotoGP dan serangkaian kompetisi lainnya, sejumlah putra-putri daerah NTB sudah diberikan peran sebagai marshal dan tenaga pendukung. Ini adalah awal yang kuat untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Mandalika.

Sabolah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas pemuda, pelaku usaha lokal, dan pemangku kepentingan lain untuk bekerja bersama dalam mengembangkan potensi luar biasa Mandalika sebagai pusat sport tourism kelas dunia.

Ia menyatakan, “Saya siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan MGPA agar pengembangan kawasan ini berjalan harmonis dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai sosok yang pernah aktif dalam organisasi mahasiswa dan kini menempati posisi strategis di MGPA, Sabolah memberikan contoh nyata bagaimana kiprah pemuda dan aktivis dapat memberikan pengaruh konstruktif dalam pembangunan daerah. Keberanian mengambil peran kepemimpinan di sektor korporasi, sekaligus tetap menjaga akar gerakan sosial dan keorganisasian, menginspirasi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berdampak luas.

Sabolah juga mengingatkan bahwa meskipun MGPA sebagai perusahaan BUMN bertanggung jawab memberikan keuntungan dan dividen bagi negara, aspek keberpihakan pada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal harus selalu menjadi prioritas.

“Ke depan, MGPA akan semakin memperhatikan dampak ekonomi event besar di Mandalika agar manfaatnya merata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengalaman panjang Sabolah dalam organisasi kepemudaan, termasuk sebagai Koordinator Wilayah Bali-Nusa Tenggara Karang Taruna, menjadi modal kuat untuk menciptakan jejaring strategis. Jejaring ini sangat vital agar pengelolaan kawasan Mandalika dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal dan membuka peluang besar bagi pemberdayaan masyarakat negara khususnya pemuda.

Pelibatan aktif pemuda dalam pengembangan destinasi strategis menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada generasi muda untuk bersinergi dalam pembangunan nasional. Kisah Sabolah memberikan pelajaran bahwa peran aktif dalam organisasi pemuda bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bisa menjadi jembatan menuju peran strategis di panggung pembangunan nasional dan internasional.

Keberhasilan pengembangan Mandalika yang menitikberatkan pada kolaborasi dan inklusivitas menjadi contoh inspiratif bagi organisasi pemuda lainnya. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan khususnya generasi muda, membuka jalan bagi Indonesia meraih kemajuan yang berkelanjutan, tidak hanya di bidang pariwisata dan olahraga, tapi juga dalam pembangunan ekonomi yang mengangkat kesejahteraan rakyat.

Dengan komitmen kuat serta semangat kolaborasi yang diterapkan oleh para pemimpin muda seperti Sabolah Al Kalamby, kita dapat optimistis organisasi pemuda Indonesia turut mengukir prestasi dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan mimpi besar bangsa, yaitu kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045.*Wallahu A’lam Bisshawab*