
PANDEGLANG – Amanah kemursyidan Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah [TQN] di wilayah Banten kini diamanatkan kepada KH Yusuf Almubarok, pengasuh Pesantren Pasir Angin, Cinangka, Kabupaten Serang. Penunjukan tersebut disampaikan keluarga keturunan Syech Ruyyani Mandala, Kadupinang, Pandeglang, berdasarkan dokumen dan kesaksian yang ada.
Penjelasan itu disampaikan Diar Mandala setelah menelaah dokumen yang diterimanya. Ia menerangkan bahwa saksi langsung dalam proses penunjukan tersebut adalah Ka Iyus al Mandala, cucu Syech Ruyyani Mandala.
“Menurut keterangan dan dokumen yang saya lihat, KH Kamsani Gunung Kencana, Lebak, menunjuk KH Yusuf Almubarok sebagai mursyid TQN ketika beliau masih hidup. Sekitar setahun kemudian, KH Kamsani wafat. Peristiwa itu disaksikan oleh Ka Iyus al Mandala dan KH Jamal, putra KH Kamsani,” ujar Diar Mandala di Pandeglang, Rabu [13/5/2025].
Diar menjelaskan, KH Yusuf Almubarok masih merupakan keturunan dari keluarga besar Mandala. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam amanah kemursyidan yang disampaikan kepadanya.
Ia menambahkan, dalam tradisi tarekat, pengangkatan seorang mursyid dinyatakan sah apabila dilakukan melalui penunjukan langsung oleh mursyid sebelumnya dan disaksikan oleh para murid. Dokumentasi berupa foto dan video yang ada berfungsi sebagai penguat bagi jamaah yang memerlukan bukti tertulis.
Silsilah Kemursyidan
Silsilah kemursyidan KH Yusuf Almubarok yang disampaikan bermula dari KH Kamsani Gunung Kencana, Lebak, dan bersambung melalui para guru tarekat hingga Rasulullah SAW. Rangkaian silsilah tersebut adalah:
KH Yusuf Almubarok → KH Kamsani Gunung Kencana Lebak → Syech Muhammad Salim Ciakar Lebak → Syech Muhammad Ruyyani Mandala Kadupinang Pandeglang → Syech Shohibul Mandala Kadupinang Pandeglang → Syech Abdul Karim Tanaro → Syech Ahmad Khatib Sambas → Syech Samsyudin → Syech Muhammad Murod → Syech Abdul Fattah → Syech Al Imam Utsman → Syech Abdul Rohim → Syech Abdul Bakri → Syech Yahya → Al Imam Syech Isyamuddin → Syech Waliuddin → Syech Nuruddin → Syech Syarifuddin → Syech Syamsudin → Syech Muhammad Alhattab → Syech Abdul Azis → Syech Sultan Aulia → Syech Abdul Qodir Jailani Al-Bagdadi → Syech Abi Said Al-Mazumi → Syech Abi Al-Khari → Syech Abil Farouk Al-Turtusi → Abdul Wahid Al-Tarmimi → Abi Bakri Assibli → Al-Masyaiki Thoibah Sufiah Abdul Qosim Al-Juaidi Al-Bagdadi → Syech Sirulloh Asyikti → Maruf Kaffi → Abi Hasan Ali bin Musa Al-Kazim → Syech Ja’far Sadiq → Muhammad Al-Baqir → Zainal Abidin → Sayyidina Husein bin Sayyidati Fatimah Az-Zahra → Sayyidina Ali bin Abi Thalib → Sayyidina Muhammad SAW → Malaikat Jibril AS → Allah SWT.
Perbedaan Mursyid dan Tabarukan
Diar Mandala juga menjelaskan perbedaan antara mursyid dan tabarukan dalam praktik tarekat. Mursyid adalah guru yang memiliki otoritas untuk membaiat murid dan membimbing suluk sesuai silsilah yang sah. Sementara tabarukan adalah pengambilan berkah dari seorang guru, tempat, atau peninggalan tanpa disertai kewenangan membaiat dan membuka majelis tarekat.
“Pengangkatan mursyid harus berasal dari mursyid sebelumnya. Adapun tabarukan tidak menjadikan seseorang sebagai mursyid,” jelasnya.
Keluarga keturunan Syech Ruyyani Mandala berharap KH Yusuf Almubarok dapat meneruskan dan mengamalkan TQN sesuai syariat dan tuntunan Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka menilai KH Yusuf memenuhi syarat sebagai penerus amanah karena selain ditunjuk langsung, beliau juga masih keturunan Mandala dan telah lama membina jamaah di Pesantren Pasir Angin Cinangka. Mereka mendoakan agar beliau diberikan kesehatan, panjang umur, dan ridho Allah SWT dalam menjalankan amanah tersebut.
Informasi dalam rilis ini bersumber dari keterangan Diar Mandala, cucu Syech Muhammad Ruyyani Mandala, berdasarkan dokumen dan kesaksian yang disampaikan kepadanya.
