
PATI – Makam Syekh Jangkung di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih ramai dikunjungi masyarakat hingga saat ini. Ziarah tersebut biasanya dilakukan untuk mengenang tokoh yang dikenal luas di wilayah setempat sebagai penyebar Islam melalui pendekatan kultural.
Sdr. Sugeng Hariyanto, S.H., yang mendokumentasikan sejarah keulamaan di wilayah Pati, mengatakan bahwa Syekh Jangkung juga dikenal dengan nama Saridin. Menurut keterangan yang berkembang di lingkungan pesantren setempat, Syekh Jangkung memiliki keterkaitan keilmuan dengan Sunan Muria, Sunan Kalijaga, dan Sunan Kudus.
“Informasi mengenai Syekh Jangkung kami peroleh dari tradisi lisan dan catatan yang ada di pesantren sekitar Pati. Beliau diceritakan hidup sederhana dan memilih tinggal di tengah masyarakat biasa,” ujar Sugeng saat ditemui di Pati, Kamis (14/5/2026).
Sugeng menjelaskan, julukan ‘Jangkung’ dalam tradisi lokal merujuk pada postur tubuh beliau yang tinggi. Ia menambahkan, kegiatan di kompleks makam umumnya berupa pembacaan tahlil dan doa bersama yang dilakukan peziarah.
Hingga saat ini belum ditemukan dokumen tertulis resmi yang memuat data tahun kelahiran dan wafat Syekh Jangkung. Keterangan yang beredar di masyarakat bersumber dari cerita turun-temurun yang diwariskan secara lisan.
Kegiatan ziarah di makam tersebut berlangsung sepanjang tahun, dengan peningkatan jumlah pengunjung pada momentum tertentu seperti haul dan hari besar Islam.
