
Jombang-menaramadinah.com-BARIKADE Gus Dur Jombang Tegas: Saatnya PBNU Dipimpin KH. Abdul Hakim Mahfudz,(Gus Kikin) Bukan Figur Elitis
Menjelang Muktamar , dinamika dukungan terhadap calon Ketua Umum PBNU semakin mengerucut. Dalam momentum penting ini, BARIKADE Gus Dur Kabupaten Jombang menyatakan sikap tegas: mendukung KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai figur yang layak memimpin PBNU ke depan.
Sikap ini bukan sekadar dukungan simbolik, melainkan hasil dari kegelisahan mendalam terhadap arah kepemimpinan organisasi dalam beberapa waktu terakhir. PBNU tidak boleh jatuh ke tangan figur yang hanya kuat dalam pencitraan, tetapi lemah dalam visi keumatan. Tidak sedikit kandidat yang muncul justru terjebak dalam lingkaran elitisme, jauh dari denyut nadi warga nahdliyin di akar rumput.
KH. Abdul Hakim Mahfudz hadir sebagai antitesis dari pola kepemimpinan yang kian menjauh dari ruh perjuangan ulama. Ia bukan hanya sosok alim, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk mengoreksi arah ketika organisasi mulai kehilangan pijakan. Dalam situasi saat ini, PBNU membutuhkan pemimpin yang berani bersikap, bukan sekadar kompromistis terhadap kepentingan kekuasaan.
Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh , yang menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada kaum lemah sebagai fondasi perjuangan. Sayangnya, tidak semua kandidat mampu menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap nilai-nilai tersebut.
Bahkan, ada kecenderungan sebagian figur lebih sibuk membangun jaringan kekuasaan dibanding membangun kualitas jam’iyyah.
BARIKADE Gus Dur Jombang menilai, PBNU tidak boleh dipimpin oleh sosok yang ambigu dalam sikap, apalagi yang memiliki rekam jejak kedekatan berlebihan dengan kepentingan politik praktis. NU harus tetap menjadi penjaga moral bangsa, bukan menjadi alat legitimasi kekuasaan.
Muktamar mendatang harus menjadi titik balik. Jika warga nahdliyin kembali memilih figur yang “aman secara politik namun kosong secara gagasan”, maka NU berisiko kehilangan daya kritisnya sebagai kekuatan sosial-keagamaan. Ini bukan sekadar soal siapa yang memimpin, tetapi tentang ke mana arah NU akan dibawa.
Dukungan kepada KH. Abdul Mahfudz adalah bentuk perlawanan terhadap stagnasi. Ini adalah seruan agar PBNU kembali ke khittahnya: menjadi pelayan umat, bukan pelayan kepentingan.
Sudah saatnya NU dipimpin oleh sosok yang tidak hanya bisa berbicara di forum elit, tetapi juga hadir dan berjuang bersama umat di lapangan. KH. Abdul Mahfudz adalah representasi dari harapan itu.
Oleh: Muizzun Hakam
Ketua BARIKADE Gus Dur Kabupaten Jombangbarigadr
