
Menaramadinah.com, SIDOARJO – Tensi politik di internal DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) semakin memanas, Minggu (4/4/2026). Forum tertinggi partai di tingkat kabupaten ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan menjadi arena penentuan arah sejarah politik PKB di “Kota Delta.”
Semula ada dugaan manuver politik yang melibatkan kekuatan ‘penguasa’ mulai bermunculan demi memuluskan jalan bakal calon (Bacalon) tertentu.
Namun, itu semuanya terpatahkan, saat panitia penjaringan calon ketua mengerucut pada empat nama kuat. Yaitu, H. Abdillah Nasih, SM., H. Usman, M.Kes., H. Rizza Ali Faizin, dan Ibnu Firdaus dari DPW PKB Jatim.
Hasil pantauan lapangan dan analisis mendalam menunjukkan bahwa dukungan internal kini mengerucut pada tiga figur utama: Abdillah Nasih, H. Usman, dan Rizza Ali Faizin (Reza).
Ketiganya dinilai sebagai poros kekuatan yang solid untuk menakhodai PKB Sidoarjo ke depan.
Ketetapan muscab ini dibacakan langsung oleh ketua sidang pleno Hasanuddin Wahid dan Thoriqul Haq. Dipastikan tidak ada tambahan nama lain yang di usulkan oleh para peserta Muscab.
H. Usman disebut memiliki keunggulan pada akses komunikasi dengan elite DPW dan DPP. Di sisi lain, petahana Abdillah Nasih masih memegang kendali basis akar rumput yang loyal. Sementara itu, sosok muda Rizza Ali Faizin muncul sebagai simbol regenerasi yang membawa energi baru bagi konstituen milenial dan santri.
Muscab PKB Sidoarjo kali ini dipastikan menjadi barometer kekuatan politik daerah, di mana keputusan akhir tetap berada di tangan elite pusat dengan mempertimbangkan aspirasi arus bawah.
Dinamika politik PKB Sidoarjo ini, masih terlihat mencair sebelum ketetapan resmi dari DPP PKB turun.
Tinggal selangkah lagi akan dipastikan nama pemenang bacalon ketua baru DPC PKB Sidoarjo pada periode 2026 – 2031.* (Nuning)
