
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus lakukan pendekatan diplomatik intensif ke otoritas Iran. Tujuannya pastikan keselamatan kapal berbendera Indonesia yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi keamanan di Timur Tengah. Baru-baru ini, Iran nyatakan Selat Hormuz terbuka bagi semua, kecuali AS, Israel, dan sekutunya. Situasi ini berdampak langsung pada jalur logistik global dan berbagai isu internasional lainnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, sampaikan hal ini. Menurutnya, Kedutaan Besar RI (KBRI) Teheran terus komunikasi dengan Kemlu Iran. Tujuannya pastikan kapal Indonesia bisa lewat dengan aman.
Isu keamanan di jalur krusial ini jadi perhatian serius. Terutama terkait operasional kapal milik Pertamina. Contohnya kapal Pride dan Gamsunoro.
“Kita terus lakukan pendekatan diplomatik intensif dengan otoritas Iran. Agar kapal kita bisa lewati Selat Hormuz dengan aman. Kita akan terus dorong karena ini isu sangat krusial bagi kita,” ujar Yvonne dalam siaran pers yang diterima Sabtu 14/3 2026
Senada, Juru Bicara Kemlu lain, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, tegaskan posisi Indonesia. Indonesia mendorong deeskalasi konflik secara menyeluruh. Stabilitas akses transportasi laut adalah kepentingan dunia. Hal ini harus dijaga lewat jalur damai.
“Indonesia melihat akses transportasi laut ini penting bagi seluruh dunia. Kondisi di Timur Tengah memberi efek luas ke banyak negara. Kita berharap solusi dilakukan secara damai,” tegas Nabyl.
Di sisi lain, Kemlu RI, Heni Hamidah, berikan pembaruan soal warga negara Indonesia (WNI) di kawasan itu. Hingga saat ini, tiga WNI kru kapal yang hilang di Selat Hormuz masih dicari. Proses pencarian berjalan intensif.
“Otoritas setempat masih terus cari selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai pemerintah setempat nyatakan pencarian dihentikan resmi,” jelas Heni.
Meski pencarian terus jalan, pemerintah belum terima laporan resmi penyebab pasti. Belum diketahui apa penyebab kecelakaan atau ledakan yang bikin kru hilang.
Heni juga konfirmasi belum ada laporan tambahan soal WNI lain yang terjebak. Selain ketiga kru tersebut, tidak ada WNI lain yang dilaporkan terjebak di wilayah Selat Hormuz.
“So far masih belum ada lagi laporan apakah ada WNI kita yang terjebak di Selat Hormuz,” pungkas Heni.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, pada Sabtu (14/3), sampaikan pernyataan baru. Ia katakan Selat Hormuz tetap terbuka. Pembatasan hanya berlaku untuk AS, Israel, dan sekutu mereka.
“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kita, untuk mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas,” kata Araghchi kepada penyiar MS Now.
Menlu Iran tambahkan, kekhawatiran negara soal keselamatan pelayaran di kawasan itu “tidak ada kaitannya” dengan Iran.
Pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti setelah AS dan Israel serang Iran pada 28 Februari. Serangan itu sebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan serang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Selat ini jalur utama pasok minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global. Sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair lewat sini.
Selain isu Selat Hormuz, Indonesia juga punya sikap tegas soal isu internasional lain. Yvonne Mewengkang juga sampaikan soal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace. Ia tegaskan ini bukan normalisasi hubungan politik pihak mana pun. Langkah ini sejalan dengan prinsip Indonesia yang selalu cari solusi damai dalam berbagai konflik global.
Upaya diplomatik yang dilakukan pemerintah menunjukkan komitmen kuat. Pemerintah tak henti jaga keselamatan warga dan aset negara di luar negeri. Di tengah ketegangan global dan pernyataan baru Iran soal Selat Hormuz, langkah damai dan komunikasi terbuka jadi kunci utama. Sikap tegas Indonesia dalam berbagai isu internasional juga menunjukkan peran aktifnya di dunia. Semoga upaya pencarian ketiga WNI FC FC segera membuahkan hasil baik. Dan semoga stabilitas di berbagai kawasan dunia segera terjaga kembali demi kedamaian dan kelancaran bersama.*Imam Kusnin Ahmad*
