
Surabaya-Satu kejadian yang sangat mengharukan terjadi di Surabaya. Seorang mahasiswi pun sampai tak bisa menahan tangisnya. Bukan karena takut dihukum tetapi tak mampu menahan beratnya kehidupan akhirnya ia harus mencuri untuk makan.
Kisah ini muncul ke permukaan setelah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan merilis pertemuan dirinya dengan mahasiswi itu.
Sebuah pertemuan yang berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Unsur hukum bertemu empati seorang aparat. Dan aparat memilih mengutamakan hati nuraninya.
Mahasiswi itu datang didampingi ibunya.
Mahasiswi itu harus membayar uang kos dan juga untuk makan.
Ketika ditanya oleh Kapolrestabes tentang prestasi akademiknya, ternyata prestasi akumulatifnya 3,85. Bukan main-main tentunya.
Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Ayahnya buruh tani. Biaya kos, makan, keperluan kuliah tentu sangat membebani.
Namun kondisi kesejahteraan yang rendah itu tetap menghasilkan prestasi.
Mencuri tentu bukan pilihan yang mudah.
Kapolrestabes memilih jalur keadilan restoratif. Korban dan pelaku dipertemukan, dalam dialog dan tercapai hasil Damai.
Akhirnya Kapolrestabes bukan hanya melangkah sampai disitu melainkan ia menyelesaikan uang kos.
Bantuan langsung diberikan. Bukan hanya uang kos melainkan juga uang jajan. Mahasiswi berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya.
Mahasiswi itu tak mampu menahan tangisnya ketika dipeluk . Ibunya pun meneteskan air mata.
Foto istimewa dari akun Kapolrestabes Surabaya yang diunggah akhir pekan lalu.
#akuagenberita
