
Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)
Siapa yang mengucapkan tiada “Tuhan selain Allah” maka ada jaminan masuk surga. Kalimat ini berdasarkan Hadits riwayat Bukhori dan Muslim, yakni:
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan La ilaha illallah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun perlu diingat bahwa ini bukan satu-satunya syarat untuk masuk surga. Ada banyak hadits lain yang menjelaskan tentang syarat-syarat masuk surga, seperti beriman, beramal shaleh, dan lain-lain (Meta AI, 2026).
Satu hal besar yang kita bisa tangkap adalah betapa mudahnya masuk surga. Meskipun berikutnya ada persyaratan yang secara umum adalah harus beriman dan beramal sholeh. Tetapi perlu dicamkan bahwa memang selagi pernah berucap kalimat tauhid tersebut maka jelas ada jaminan masuk surga, asal tidak musyrik. Sebab musyrik ini yang membatalkan masuk surga, yakni yang membatalkan pengucapan kalimat tauhid Tiada Tuhan selain Allah.
QS Luqman: 13 dengan tegas melarang kemusyrikan, yakni berbunyi:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kedzaliman yang besar”.”
Tafsir ayat ini menceritakan tentang nasihat Luqman kepada anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah dan menekankan bahwa syirik adalah kedzaliman yang besar. Luqman adalah seorang yang bijak dan sholeh yang diberi hikmah oleh Allah. Dalam ayat ini, ia mengajarkan anaknya tentang pentingnya tauhid dan menjauhi syirik (Meta AI, 2026).
Syirik adalah berpersepsi atau beranggapan adanya tuhan selain Allah SWT. Apabila ini dilebarkan maka bisa dikatakan ada tujuan amal selain Allah SWT. Dengan demikian riya’ itu disebut syirik khofi (samar). Karena ada tujuan beramal selain Allah SWT, misalnya supaya dipuji yang lain.
Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.
Surabaya,
21 Sya’ban 1447
atau
08 Februari 2026
m.mustain
