Pasopati Cakra Nusantara Sinau Ke Puri Bali

*Surabaya, MenaraMadinah.com-*
Seratus orang pelaku dan pegiat budaya mengikuti kegiatan Pasopati Cakra Nusantara (PCN). Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.

Kanjeng Pangeran Arya Senopati Mpu Ki Bagus, menjelaskan kepada wartawan di Surabaya, Pasopati Cakra Nusantara (PCN) adalah kunjungan lintas budaya. “Acara ini semacam studi banding. Tujuannya untuk menambah dan memperluas wawasan,” tutur Mpu Bagus, Ketua Umum PCN.

PCN kali ini memilih dua lokasi yang punya pengaruh kuat di Bali. Yakni Puri Agung Pemecutan dan Puri Agung Klungkung.

Di Puri Pemecutan, peserta PCN disambut Pelingsir (keluarga Puri Agung yang dituakan) Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga, didampingi Anak Agung Ngurah Ketut Parwa dan Anak Agung Ngurah Agung Parwana.

Sedangkan di Puri Agung Klungkung, pelaku dan pegiat budaya asli Indonesia ini disambut Raja Klungkung, Ida Dalem Swara Putra.

Program PCN mengacu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurut Mpu Ki Bagus, masyarakat Bali sangat memegang erat tradisi dan budaya para pendahulunya. “Jadi kita tidak boleh malu belajar dari masyarakat Bali. Kunjungan lintas budaya tiga hari di Bali itu bisa jadikan bekal pelestarian budaya di daerah asal masing-masing peserta PCN,” jelasnya.

Ia tambahkan, Jawa Timur adalah pintu gerbang Nusantara Baru. Oleh sebab itu, Jawa Timur perlu belajar dari cara Pemerintah Provinsi Bali mengemas potensi wisata budaya sebagai objek wisata.

Dalam keterangan pers ini Mpu Ki Bagus didampingi Nyai Siti Zaenab, Cakra Wangsa, Puguh, Nyai Jasmin, Gus Tri, Ki Sewur dan Bunda Wiwik.

Merekalah yang selama kunjungan lintas budaya melayani kebutuhan peserta.
Sedangkan yang juga membantu PCN di belakang layar adalah Marsda Dr. Ir. Tri Bowo Budi S dan Irjen Pol Imam Sayuti.

Menurut Mpu Ki Bagus, semangat merajut kebersamaan di antara sesama para pelaku, pegiat dan pendoa dalam kegiatan budaya harus terus dijaga.

“Di zaman serba maju ini kegiatan budaya dan spritual justru harus makin ditingkatkan. Karena untuk mewujudkan Nusantara Baru bangsa ini harus berbudi pekerti luhur,” demikian Kanjeng Pangeran Arya Senopati Mpu Ki Bagus.

(Aguk Wahyu Nuryadi)