
By : Ki Rekso Aminoto.
Perjalanan menuju petilasan Tunggul Ametung setelah penulis mengikuti pengajian Isro’ Mi’roj juga memperingati HUT Masjid At Taubah yang kedua yang berada di Dusun Sumbertempur Desa SumberGirang Kec Puri Kab Mojokerto yang diisi penceramah dari Malang KH Musrifin dari DPP Garda Walisongo juga Sholawatan Gus Isyroqi dari Ponpes Mojogeneng Kec Jatirejo Kab Mojokerto yang berakhir jam 23.30 Wib.
Penulis berangkat dari Mojokerto menuju Hotel OAK Lawang Malang saat jam sudah menunjukkan pukul 00.30 Wib tanggal 18 Januari 2026 melewati Kec Trawas yang merupakan wilayah paling timur kabupaten Mojokerto berdekatan dengan kec Pandaan Kabupaten Pasuruan. Penulis sebelum nya sudah janjian dengan Mbah Guntur Bisowarno serorang praktisi Bambu dari Purwosari kab Pasuruan dan sebelum nya pernah ketemuan dengan penulis pertama kali di Padepokan Asobah di Pondok Bambu Jakarta Timur asuhan Kanjeng Bahrudin Mustaqim. Saat itu Mbah Guntur Bisowarno menghadiri undangan Festival Internasional Bambu di Lapangan Jambore Nasional Cibubur Jakarta Timur.
Pertemuan di Hotel OAK Lawang Malang yang lokasi nya representatif di kaki Gunung Arjuno ini membahas Satgas Mata Air atas arahan dari Profesor Adib dari Kampus Universitas Airlangga Surabaya. Dalam diskusi sore itu juga membahas usaha kopi yang ada di Desa Ketindan Berjarak sekitar 1.5 km dari Hotel OAK Lawang dibawah kaki Gunung Arjuno. Dalam diskusi itu disepakati besok pagi hari Senin anggal 19 Januari 2026 untuk bertandang ke tempat Bu Puri petani kopi juga ke Perkebunan Teh Wonosari yang terletak di Desa Toyomerto Kec Singosari dengan Kecamatan Lawang tersebut.
Pagi itu jam 10.00 an penulis bersama Mbah Guntur Bisowarno menuju loket Perkebunan Teh Wonosari yang ada retribusinya sebesar Rp 25.000 dan setelah itu dengan lenggangnya menggunakan sepeda motor untuk menuju Pak Dwi P selaku Kepala Sekuriti di komplek perumahan perkebunan Teh Wonosari itu atas arahan pekerja di Hotel OAK Lawang.
Dalam kunjungan tersebut kami berkenalan dengan Pak Dwi P sekitar 30 menit an yang cukup singkat karena cucu beliau lagi opname di Rumah Sakit. Dalam obrolan itu Pak Dwi P bercerita kalau di sebelah barat daya dari perkebunan Teh Wonosari ada Petilasan Tunggul Ametung. Akhirnya kami berpamitan untuk melanjutkan ke perkebunan Teh Wonosari menuju petilasan Tunggul Ametung untuk sungkem ke leluhur dari Pendiri Kerajaan Tumapel tersebut.
Menuju petilasan Tunggul Ametung itu dipenuhi dengan perjuangan yang dramatis karena jalan nya masih berbentuk tatakan batu yg belum di aspal secara mulus. Ditengah perjalanan itu kami melintasi sebuah artefak berupa tulisan di tembok *CELEBRATING*
100 YEAR (1910 – 2010) OF TEA (CAMELIA SINESIS)
WONOSARI ESTATE
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO)
WONOSARI, 20 – 12 – 2012
DRS IRWAN BASRI, MM
DIREKTUR UTAMA
Selesainya kami ambil sesi foto tersebut langsung melanjutkan ke Petilasan Tunggul Ametung untuk sungkem dan berdoa kepada Allah SWT…
Siang itu jam sudah menunjukkan pukul 12.30 kami keluar dari petilasan Tunggul Ametung menuju area parkir motor sempat ketemu dengan pekerja dari Perkebunan Teh yang lagi beristirahat dari membersihkan Sumber Mata Air yang berada di bawah petilasan Tunggul Ametung sekitar 50 meter, diantara pekerja itu bernama Pak Yasid, Pak Mariono, Pak Samiadi yang gayeng mendengarkan cerita Mbah Guntur Bisowarno kesana kemari bak seorg pendakwah ulung seperti Gus Iqdam dgn kekonyolan nya…
Setelah kami berpamitan dengan Bapak-bapak pekerja tersebut kami melanjutkan untuk anjangsana ke home industri kopi Bu Uri yang berada di desa Ketandan. Dalam kunjungan tersebut kami diterima dengan senang hati oleh suami Bu Uri Pak Arip… Dalam suasana obrolan yang ngalor ngidul itu disiapin kopi dalam wadah teko yg panas dengan kepulan asap nya, juga kepulan asap rokok kami bertiga sampai menjelang petang. Dan kami pun berpamitan untuk menuju tempat istirahat di Hotel OAK Lawang…
Penulis: KRT AM AMINOTO (Ketua Garda Walisongo Mojokerto Raya) Waki Ketua PC Lesbumi NU Kab Mojokerto 2018 sd 2023
