
TAMBOLAKA, 15 Januari 2026 – Menanggapi rangkaian peristiwa yang melibatkan oknum asal Sumba Barat Daya (SBD) di Pulau Bali baru-baru ini, Forum Pemuda NTT bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) secara resmi menyampaikan pernyataan sikap bersama di Tambolaka, Kamis (15/1).
Dalam pernyataan tertulisnya, kedua organisasi tersebut menyatakan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas keresahan yang terjadi. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum tertentu adalah tanggung jawab personal dan tidak mencerminkan perilaku masyarakat NTT atau Sumba Barat Daya secara keseluruhan.
Penegasan Terhadap Tindakan Individual
Forum Pemuda NTT menggarisbawahi bahwa tindakan yang mencederai rasa aman publik tidak boleh dikaitkan dengan identitas kesukuan atau asal daerah.
“Kami menegaskan secara terbuka bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan individual, bukan kolektif. Tidak pernah dan tidak boleh mengatasnamakan masyarakat Sumba Barat Daya maupun NTT,” tulis pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap supremasi hukum, forum ini menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk memproses para pelaku secara adil, objektif, dan profesional.
Seruan untuk Pengguna Media Sosial
Salah satu poin krusial dalam pernyataan ini adalah imbauan kepada para pegiat media sosial—termasuk pengguna Instagram, TikTok, dan YouTub—agar lebih bijak dalam menyebarkan konten. Mereka meminta masyarakat digital untuk berhenti membangun generalisasi, stigma, maupun stereotip kolektif terhadap warga SBD.
“Mengaitkan satu peristiwa dengan identitas suatu suku adalah bentuk ketidakadilan sosial dan tidak sejalan dengan semangat kebhinekaan NKRI,” tegas mereka.
Komitmen Pembinaan dan Kerukunan
Pihak Forum Pemuda NTT, Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya, dan PHDI Bali-SBD menyatakan komitmen mereka untuk memperkuat pembinaan dan edukasi bagi generasi muda. Tujuannya agar warga SBD yang berada di perantauan, baik untuk bekerja maupun menempuh pendidikan, tetap menjunjung tinggi etika, hukum, dan adat istiadat setempat.
Masyarakat Sumba Barat Daya sejatinya dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan. Kehadiran mereka di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bali, bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Pesan Persatuan
Menutup pernyataan sikap tersebut, forum mengajak seluruh anak bangsa untuk menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin dan kebijaksanaan.
“Indonesia tidak dibangun oleh prasangka, melainkan oleh persatuan. Mari kita rawat Indonesia sebagai rumah bersama dengan pikiran yang jernih dan hati yang beradab,” tutup pernyataan resmi yang dikeluarkan atas nama Forum Pemuda NTT dan Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya tersebut.
MM
