
Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior,Aktif di PW ISNU Jawa Timur.
MENTERI PERTAHANAN Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melakukan kunjungan peninjauan langsung ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 827/Mahakam Cakti Yudha pada Selasa (13/1).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan penuh personel, materiil, serta kesesuaian program kerja satuan dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di daerah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas terbatas.
Di lokasi markas Yon TP 827/MCY yang terletak di tengah kawasan hutan dan lahan gambut dengan kondisi jalan yang sering kali sulit dilewati saat musim hujan, Menhan RI langsung menyaksikan kondisi lapangan yang dihadapi oleh prajurit sehari-hari. Meski menghadapi kendala infrastruktur dan keterbatasan akses fasilitas pendukung, personel satuan tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas.
Dalam sesi paparan yang dipimpin Komandan Yon TP 827/MCY, Menhan menerima gambaran rinci mengenai kondisi operasional satuan, termasuk kapasitas personel, kesiapan peralatan dan senjata organik, serta rencana program kerja tahunan yang difokuskan pada tiga pilar utama: pengamanan wilayah, pembangunan infrastruktur masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Paparan tersebut juga menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti luasnya wilayah yang harus dijaga, keragaman karakteristik masyarakat lokal, serta kebutuhan akan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembangunan terkini.
Setelah mendengar paparan secara menyeluruh, Menhan RI menegaskan bahwa pembinaan prajurit harus selalu dilaksanakan berdasarkan prinsip meritokrasi yang tegas. “Kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi,” tegas Menhan dengan nada tegas.
Menurutnya, sistem pembinaan yang berbasis prestasi akan mendorong setiap anggota TNI untuk terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas diri, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi dan negara.
Selain itu, Menhan juga menekankan pentingnya penerapan konsep belajar sambil bertugas sebagai dasar pengembangan potensi setiap prajurit. “Setiap anggota TNI, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira, memiliki potensi dan kompetensi yang berbeda-beda. Kita harus memberikan ruang dan kesempatan yang optimal agar potensi tersebut dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.
Konsep ini, lanjut Menhan, akan membantu menciptakan generasi prajurit yang tidak hanya handal dalam aspek militer, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Menhan menegaskan bahwa pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan kebijakan strategis pertahanan negara yang memiliki dimensi ganda. Selain berperan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah, satuan ini juga ditugaskan untuk berperan aktif mendukung pembangunan nasional, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah yang rawan terhadap berbagai tantangan.
Di Kalimantan Timur yang memiliki luas wilayah dan potensi sumber daya alam yang besar, peran Yon TP 827/MCY sangat krusial dalam memastikan bahwa pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain meninjau kesiapan secara administratif dan operasional, Menhan juga secara langsung memeriksa kondisi senjata organik yang digunakan oleh satuan. Ia memastikan bahwa setiap peralatan militer dalam kondisi prima dan siap digunakan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga memberikan arahan dan motivasi langsung kepada rombongan prajurit Yon TP 827/MCY agar senantiasa menjaga disiplin yang tinggi, soliditas antar sesama anggota, serta semangat pengabdian yang tak pernah pudar dalam setiap pelaksanaan tugas.
Semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan oleh Yon TP 827/Mahakam Cakti Yudha dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan negara. Kiranya misi untuk mendukung pembangunan dan menjaga keamanan wilayah dapat berjalan dengan sukses dan lancar, serta kita panjatkan doa agar seluruh prajurit dan jajaran satuan selalu dalam keadaan sehat wal afiat, diberkahi kesehatan jasmani dan rohani, serta diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam setiap langkah pengabdiannya. Aamiin.*Wallahu A’lam Bisshawab*
