بسم الله *Ya Allah Tetapkan Hati ini dalam Islam*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Hati manusia ini ada yang sudah kokoh (Stabil atau Establish) dan ada yang masih mudah goyang (Labil). Ada yang kokoh di sebelah sisi baik dan ada yang kokoh di sisi buruk. Sedangkan yang lain adalah hati yang masih mudah goyang, logikanya masih berada pada zona interaksi antara baik dan buruk.

Apabila kita punya pipa trasparan sepanjang dua meter diberi skat pemisah di tengah yang persis posisi satu meter. Pipa sebelah kanan kita isi tinta putih sedangkan pipa sebelah kiri kita isi tinta warna hitam. Dengan ke’enceran kedua tinta sama, maka kita bayangkan bila skat di tengah tersebut diambil maka terjadi percampuran di bekas posisi skat.

Setelah kita tunggu sekitar waktu tertentu, insyaAllah akan terjadi relatif diam tidak ada perubahan warna lagi yakni paling kanan putih dan paling kiri hitam. Semakin ke tengah akan semakin ada campuran warna yang saling mewarnai. Semakin mendekat akan semakin terwarnai satu sama lain. Dari ujung kanan warna putih bila melihat semakin ke kiri maka akan semakin terwarnai warna hitam, begitu juga sebaliknya.

Ilustrasi kedua warna putih dan hitam tersebut kita gunakan untuk analogi atau qiyasan yang diganti dengan baik dan buruk pada kondisi hati. Jadi ada hati yang relatif kokoh atau establish berkarakter baik di satu sisi dan di sisi lain ada yang relatif establish berkarakter buruk. Sedangkan yang berada di antara kedua sisi tersebut yang disebut karakter masih goyang atau abu-abu. Di zona inilah kita diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk berdoa seperti dalam hadits riwayat (HR) Muslim, no. 2654, yakni:

“يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك”

Artinya: “Wahai (Dzat) Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Doa ini biasanya dibaca oleh umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar hati mereka termasuk imam dan pimpinan kita tetap teguh dalam iman dan tidak terbolak-balik oleh godaan dunia (Modified Meta AI, 2026).

Kita bisa mengambil pelajaran dari narasi-narasi tersebut, bahwa ketika kita merasa pada kondisi hati yang ngambang maka kita bisa merasakan posisi mengambang itu cenderung ke arah baik atau ke arah buruk. Sudah barang tentu kita harus selalu berusaha bergerak pada arah establish baik. Hal ini masing-masing kita berbeda posisinya meskipun bersaudara kembar atau berkawan yang akrab.

Saran yang kita peroleh dari artikel ini adalah mari kita selalu berusaha menggerakkan hati kita ke arah establish baik. Hal ini bisa kita lakukan dengan sangat hati-hati dalam setiap mengisi waktu hidup ini. Kita gunakan apa saja waktu kita, kita harus istiqomah niat ibadah. Contoh: makan ibadah, tidur ibadah, buang air ibadah dst hal ini kegiatan yang umumnya orang tidak meniatkan ibadah.

Selebihnya dari itu ya sudah barang tentu aspek bathiniyah yakni seperti berdoa dan tawakkal. Khususnya kontek ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad SWA dalam HR Muslim tersebut. Semoga kita melakukan demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
24 Rojab 1447
atau
14 Januari 2026
m.mustain