
PASER UTARA-Presiden Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendarat di Helipad Halaman Istana Negara sekitar pukul 18.45 WITA. Senin sore (12/01/2026).
Kehadiran Presiden disambut langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono dan jajarannya. Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan resmi biasa. Melainkan momentum penting yang mempertegas komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran IKN sebagai simbol transformasi Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Sebelumnya, Presiden telah meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, proyek strategis nasional yang menjadi tulang punggung energi bagi pembangunan IKN dan kawasan sekitarnya.
*Komentum Strategis dalam Perjalanan Pembangunan*
Kehadiran Presiden Prabowo di IKN datang pada saat progres pembangunan telah mencapai titik penting. Hingga akhir 2024, progres infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencapai 61,7 persen dengan serapan APBN senilai Rp 89 triliun, mencakup 109 paket proyek.
Batch I (2020-Maret 2023) mencapai progres 95,8 persen, Batch II (April-November 2023) 75,1 persen, dan Batch III (Desember 2023-2024) 27,9 persen. Beberapa infrastruktur kunci seperti Istana Garuda, Kantor Sekretariat Negara, serta gedung kawasan Kementerian Koordinator dijadwalkan selesai pada akhir 2024 dan siap untuk digunakan.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo bermalam di kawasan IKN dan pada keesokan Selasa 13 Januari 2026 ( hari ini-red ) berkunjung ke Malang untuk meresmikan SMA Taruna NusantaraTerinterigreritas di Kabupaten Malang dan direncakan meninjau sejumlah titik strategis pembangunan.
Turut mendampinginya antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Kehadiran tim kabinet ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN menjadi perhatian lintas sektor, dengan fokus pada sinkronisasi kebijakan untuk mendukung kelancaran proyek.
Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa pemindahan ibu kota bukan hanya tentang membangun gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim. Di forum G20 Brasil, beliau menyatakan bahwa Indonesia terdampak langsung oleh kenaikan permukaan air laut yang menggenangi wilayah pesisir, dan IKN menjadi solusi untuk memastikan keberlanjutan negara.
Selain itu, perubahan status Jakarta dari Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) melalui Undang-Undang Nomor 151 Tahun 2024 juga memberikan dasar hukum yang kuat bagi perpindahan, dengan rencana keputusan presiden tentang perpindahan akan segera dikeluarkan.
*Inovasi sebagai Tulang Punggung Pembangunan*
Pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada kuantitas infrastruktur, tetapi juga kualitas dengan mengedepankan inovasi. Konsep Smart Forest City mulai terealisasi dengan pembangunan infrastruktur digital modern dan terintegrasi.
Sebanyak 40 sensor kebakaran hutan, 1 sensor banjir, 1 sensor kualitas udara, dan lebih dari 90 kamera CCTV telah terpasang, didukung oleh Security and Network Operation Center (SOC/NOC) serta unit Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk menjaga keamanan siber. Multi Utility Tunnel (MUT) yang mengintegrasikan jaringan telekomunikasi telah memasang lebih dari 40 km kabel fiber optic, 19 menara BTS, dan 20 mobile BTS, serta dukungan konektivitas satelit melalui Bakti dan Starlink.
Dalam bidang energi hijau, sistem PLTS 10 MW di WP-5 IKN telah menghasilkan 11,55 GWh energi bersih sejak beroperasi pada Februari 2024, setara dengan pengurangan emisi karbon 5.490 ton CO2eq atau penanaman 7,5 juta pohon. Selain itu, upaya untuk menciptakan kota yang inklusif juga dilakukan melalui program kolaborasi seperti Inovasi Fase 3, yang membantu meningkatkan literasi, numerasi, dan karakter siswa di sekolah dasar IKN, sekaligus menyisipkan nilai-nilai kesetaraan dan perubahan iklim ke dalam pembelajaran.
*Motivasi Menuju Masa Depan yang Lebih Baik*
Visi Presiden Prabowo untuk IKN adalah membangun pusat pemerintahan yang modern, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus katalisator pemerataan pembangunan di luar Jawa. Beliau bertekad melanjutkan dan menyelesaikan proyek yang telah dirintis oleh pendahulunya, dengan target mulai berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028 dan pemindahan penuh menjelang Pemilu 2029.
Dengan pembangunan IKN, pemerintah berharap dapat mengatasi masalah kepadatan penduduk di Jakarta, menarik investasi ke wilayah timur Indonesia, dan menciptakan ekosistem bisnis baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
IKN bukan hanya menjadi ibu kota baru, tetapi juga bukti nyata komitmen Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan keberanian. Semua pihak – pemerintah, swasta, dan masyarakat – diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi IKN sebagai “kota dunia untuk semua”, yang memberikan kualitas hidup lebih baik, pemerataan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan bagi anak cucu bangsa.*Imam Kusnin Ahmad*
