
MALANG– Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi Kampus Malang pada Selasa siang, dengan menandai prosesi peresmian dengan pemukulan gong. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengumumkan rencana pembangunan total 6 kampus SMA Taruna Nusantara di seluruh Indonesia, dengan target seluruh kampus dapat beroperasi menjelang akhir tahun 2026.
Dalam pidatonya saat peresmian, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar sekolah baru ini menjadi salah satu pijakan untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Selasa 13 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang,” ujarnya.
Ia juga berdoa, “Semoga Tuhan Yang Maha Besar senantiasa melindungi kita sekalian dalam perjalanan kita membangun bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang maju, bangsa yang sejahtera.”
Presiden menjelaskan bahwa ide untuk menambah jumlah kampus SMA Taruna Nusantara terinspirasi dari negara-negara yang telah berkembang pesat, yang memiliki ratusan sekolah dengan konsep serupa. “Oleh karena itu, kami bertekad menambah kampus-kampus Taruna Nusantara,” katanya.
Sejauh ini, sudah terdapat tiga kampus SMA Taruna Nusantara yang beroperasi. Kampus pertama dan paling tua berada di Magelang, Jawa Tengah, yang didirikan pada tahun 1990. Kemudian diikuti oleh kampus di Cimahi dan yang baru saja diresmikan di Malang.
Menurut Presiden Prabowo, tiga kampus tambahan sedang dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Desember 2026. “Kita sedang membangun di Kalimantan, yaitu di kawasan IKN. Kemudian di Sulawesi Utara di Minahasa, dan di Sumatera Selatan di Pagar Alam,” jelasnya.
SMA Taruna Nusantara merupakan lembaga pendidikan menengah atas berbasis semi-militer. Ide pendirian sekolah ini pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal LB Moerdani pada 20 Mei 1985, yang kemudian diteruskan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa untuk mendirikan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Kampus pertama di Magelang kemudian diresmikan oleh Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990.
Peresmian kampus Malang dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Sains dan Teknologi Brian Yulianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Belakangan ini, banyak lulusan SMA Taruna Nusantara yang ditempatkan sebagai pejabat di pemerintahan Prabowo, mulai dari tingkat menteri hingga eselon, seperti yang telah disebutkan di antara rombongan peresmian tersebut
Konsep pendidikan SMA Taruna Nusantara yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter berbasis nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan semi-militer menjadi bentuk inovasi dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan memiliki integritas tinggi.
Dengan perluasan jumlah kampus ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan IKN yang menjadi simbol transformasi bangsa, pemerintah berharap dapat menyebarkan model pendidikan berkualitas secara merata dan mencetak lebih banyak “agen pembangunan” yang siap berkontribusi pada kemajuan negara.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa sekolah-sekolah seperti ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk menyamai perkembangan peradaban negara-negara maju, dengan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan berkomitmen pada pembangunan bangsa.*Imam Kusnin Ahmad*
