
Catatan Dr.Ir. HADI PRAJOKO SH, MH Ketua HPK Pusat.
PERTUNJUKAN WAYANG DAHULU ADALAH TAYANGAN PANDUAN HIDUP UNTUK SELALU BISA MENJADI RUANG HAYATAN YG MENGAJARKAN KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN KEPADA MASYARAKAT, TETAPI ZAMAN TELAH MEMBUANG SEBAGAI SATU RENSTAN PANDUAN HIDUP PERTUNJUKAN AGAR RAKYAT DAN GENERASI BANGSA MENJAGA NILAI NILAI KEBAIKAN KEHARMONISAN DAN PERSAUDARAAN YANG DAPAT MEMANDU UNTUK MELAHIRKAN KASIH SAYANG,KEMANUSIAANDAN CINTA KADIH ,YG MEMBUAT SEMESTA DAMAI SERTA TENTRAM,TETAPI ZAMAN TELAH BERUBAH, DAN
TELEVISI SERTA MEDIA SOSIAL PERTUNJUKAN MODERN MENGGANTIKAN SEBAGAI SEKOLAH RAKYAT ???.. apakah demikian.
Perjalanan zaman Televisi & Media sosial adalah ruang publik modern, apakah bisa menjadi tayangan yang menggantikan peran pemandu pertunjukan wayang???
Kenyataan medsos dan televisi di masyarakat telah secara tidak sadar hari ini juga menjadi ruang kelas terbesar masyarakat yang membuat peranan penting untuk menjaga kecerdasan nurani dan moralitas atau membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk menikmati ketenangan, ketentraman dan kedamaian.
Dalam perspektif pedagogi kritis,
RUANG PUBLIK SEHARUSNYA MENJELMA Menjadi SEKOLAH RAKYAT, TEMPAT DI MANA WARGA dan GENERASI BELAJAR, BUKAN HANYA TENTANG INFORMASI, TETAPI TENTANG BAGAIMANA HIDUP BERSAMA, YANG HARMONIS.
Tayangan medsos, televisi bukan sekadar hiburan dan informasi yang memanjakan mata, ia adalah kesempatan mendidik jiwa, mendidik cara berpikir yang sehat, membangun intuisi nurani yg akan memandu perjalanan peradaban generasi yang akan datang, sehingga semesta tetap langgeng.
Setiap dialog di layar kaca dan medsos seharusnya adalah kurikulum tersembunyi, yang perlahan mengajarkan bagaimana berbicara, bagaimana tata Krama, Budi pekerti, adat istiadat Yg beradab dan essentials keluhuran Yg telah diwariskan para pendahulu sesepuh Bangsa pada masa lalu serta pemimpin dan tokoh masyarakat untuk bisa membuka hati dan
bagaimana mendengar, bagaimana berbeda, bagaimana keterbukaan komunikasi yang sehat tanpa bermusuhan dan dendam, serta meletakkan ego yang berlebihan karena perbedaan pandangan.
Jika ada perdebatan keras disulap menjadi dialog yang membangun, yg saling mengisi maka generasi bangsa kedepannya bisa belajar bahwa kebenaran itu suatu sistem penghormatan satu dgn lainnya bukanlah milik satu suara, melainkan lahir dari kesediaan kemanusiaan, dan persaudaraan abadi sehingga perlu untuk mendengarkan yang lain.
DI SANALAH DAHULU PERTUNJUKAN WAYANG DAN DIGANTI TELEVISI – MEDSOS BERUBAH FUNGSI, DARI ARENA PEREBUTAN SORAK, MENJADI SEKOLAH TATA KRAMA KEADABAN, YANG MENUMBUHKAN BUDI PEKERTI LUHU WARGA MASYARAKAT SEHINGGA MENJADI AKAR JIWA BESAR BANGSA, MENDAMAIKAN SEMUANYA, BUKAN MENJADI BUNGKUS KEPALSUAN SEMATA.
Kehangatan komunikasi yang dahulu diwakili pertujukan wayang sekarang menjadi pertunjukan layar kaca, medsos dan media modern lainnya
adalah pelajaran moral kolektif, masyarakat untuk bisa menjadi panduan yg lebih beradab dan menumbuhkan rasa cinta kasih semesta.
MEDIA TELEVISI, DAN MEDIA SOSIAL MODERN MENGINGATKAN KITA BERSAMA BAHWA KATA KATA, BAHASA BUKAN SEKADAR BUNYI BUNYIAN YANG TIDAK PUNYA MAKNA SEMATA MELAINKAN CARA KITA MERAWAT MARTABAT, MORALITAS DAN ETIKA.
Pertunjukan wayang, televisi dan media sosial menunjukkan bahwa percakapan, komukasi bila dijalani dengan budi,nurani dan akal yang sehat akan dapat menjadi jalan menuju keharmonisan, kesejahteraan, kemanusiaan serta persatuan bangsa.
Maka televisi, medsos bisa menggantikan peran pertunjukan WAYANG maka masyarakat punya panduan kearah kebaikan sehingga peran medsos dan televisi bukan sekedar untuk promosi informasi tetapi bisa tetap menjaga dg setia pada perannya, yg
dapat menjadi guru bangsa yang memandu perjalanan peradaban
yang tidak menggurui dengan otoritas kaku
melainkan mendidik dengan teladan tetapi tetap menjaga kesabaran, karena bila tidak tekun dan ulet serta bersabar kita akan kehilangan arah, untuk itulah kesabaran menjadi kunci kesuksesan suatu pekerjaan yang paling rumit dan sangat melelahkan pikiran, hati, nurani tercampur bersatu padu, dengan demikian untuk menentukan pilihan yang tepat dan fokus diperlukan tindakan yg setulus-tulusnya dan perlu perhitungan yang matang, bila tanpa perhitungan akan berdampak pada kemunduran Yg akan terjadi bencana, namun bila seluruh ujian itu bisa dilewati akan ada suka’ cita yg indah Yg tidak akan bisa diceritakan dengan kata kata, Yg hanya bisa dirasakan dengan hati damai dan menjadi kebahagiaan yang akan terpancar kedamaian dari hati Yg paling dalam kita akan menuai generasi yg lebih beradab, sehingga semesta lestari.
DAN PERLU DIKETAHUI BAHWA LAYAR TELEVISI ADALAH PERTUNJUKAN , SEBAGAI PEMANDU RAKYAT DAN GENERASI BANGSA KEDEPAN SERTA SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHWA PERADABAN TIDAK DIBANGUN OLEH AMARAH, DAN DENDAM,MELAINKAN OLEH KOMUNIKASI, KESABARAN YANG AKAN MEMBENTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BERADAB , RAMAH, DAN TENTRAM,
KITA AKAN MEMANEN KEMULIAAN HIDUP, SALAH SATU SESANTI LELUHUR MENYAMPAIKAN DEMIKIAN “*ANGGAYUH KASAMPUR ANING URIP BERBUDI BAWA LEKSANA*”
TERUS LAH, MERDEKA BERFIKIR YG SEHAT.
