
MALANG – Laga pekan ketiga Super League 2025/2026 antara tuan rumah Arema FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC berlangsung keras. Di laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen tersebut, Arema unggul 2-1.
Gol kemenangan tim tamu Bhayangkara dicipta Fareed Sadat di menit 10. Dua Gol Arema Malang dipersembahkan stiker haus gol Arema Dalberto
di menit 39 dan pada menit ke 90+.
Tensi pertandingan berjalan keras dan tinggi dalam pertandingan ini.
Di mana duel-duel keras terjadi di atas lapangan.
Wasit Muhammad Tri Santoso sampai mengeluarkan dua kartu kuning untuk Bhayangkara di babak pertama ini.
Laga baru berjalan 10 menit, Bhayangkara mampu unggul lebih dulu melalui gol Fareed Sadat.Memanfaatkan umpan silang dari sektor kanan pertahanan Arema FC, pemain bernomor punggung 16 itu sukses menendang bola ke arah gawang Arema FC.
Adi Satrio yang berada di bawah mistar gawang gagal menahan kerasnya tendangan dari Fareed Sadat.Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu Bhayangkara.
Tertinggal satu gol membuat Singo Edan meningkatkan intensitas serangan.Beberapa kali peluang demi peluang mereka ciptakan, meskipun masih gagal berbuah hasil.
Tingginya tensi pertandingan membuat Achmad Maulana Syarif harus ditarik keluar pada menit 31 karena cidera dan digantikan oleh Bayu Setiawan.
Arema FC baru mampu menyamakan kedudukan pada menit 39 melalui Dalberto. Kesalahan sapuan dari bek Bhayangkara Leo Silva, bola meluncur menuju gawang Awan Setho.
Striker produktif Arema yang berada di posisi yang tepat, sukses menjebol gawang Bhayangkara Persisi.
Skor 1-1 pun berakhir sampai laga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun.Tuan rumah Arema FC melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dendi Santoso dan Salim Akbar Tuharea.
Sementara dari Bhayangkara memasukkan Andres Neito sebagai gelandang serang. Usaha yang dilakukan oleh Arema untuk menambah pundi-pundi gol tertahan oleh solidnya lini pertahanan Bhayangkara.
Tercatat, beberapa kali percobaan yang dilakukan oleh Paulinho Mocellin mampu dipatahkan oleh Leo Silva dan kawan-kawan.
Begitu juga usaha yang dilakukan oleh Bhayangkara selalu terhenti ketika bola memasuki wilayah Singo Edan.Peluang emas bagi Arema FC datang pada menit 83.
Paulinho Mocellin melakukan tendangan shot on target dari luar kotak penalti.Namun penjaga gawang Bhayangkara Awan Setho masih mampu mengamankan tendangan dari Winger Arema FC itu.
Bhayangkara FC alami petaka. Pada menit 90,
Dalberto dilanggar
di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih bagi Arema FC.
Situasi menjadi tegang lantaran protes keras dari kedua kesebelasan.
Tak hanya pemain, namun juga beberapa official tim dari kedua kesebelasan terlibat adu mulut.
Wasit pun akhirnya melakukan pengecekan VAR dan memutuskan untuk memberikan penalti kepada Arema FC.
Arema mendapatkan penalti di menit akhir laga. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau VAR akibat Dalberto dilanggar Muhammad Ferarri.
Dalberto yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Arema menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Kemenangan ini membawa Arema ke puncak klasemen dengan tujuh poin. Sementara, Bhayangkara di peringkat ke-15 dengan baru meraih satu angka.
Pada laga lain yang digelar di waktu yang sama, Semen Padang FC vs PSM Makassar juga berakhir imbang 1-1 dalam duel di Stadion Haji Agus Salim.
Semen Padang unggul dulu lewat Bruno Gomes di menit ke-25. Juku Eja kemudian mampu menyamakan kedudukan lewat Abu Kamara di menit ke-74.
Semen Padang berada di urutan ketujuh dengan empat poin. PSM di posisi ke-10 dengan tiga angka.
Susunan Pemain:
Arema FC: Adi Satryo,Achmad Maulana, Matheus Blade, Luiz Gustavo, Johan Farizi, Betinho, Arkhan Fikri, Valdeci Moreira, Ian Puleio, Paulinho Moccelin, Dalberto Luan Belo
Bhayangkara Presisi: Awan Setho, I Putu Gede, Slavko Damjanovic, Muhammad Ferarri, Leonardo Silva, Christian Ilic, Fareed Sadat, Sani Rizki, Wahyu Subo Seto, Ilija Spasojevic, Stejpan Plazonja.*Imam Kusnin Ahmad*
