*Merdeka Dlohir*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Merdeka dzohir berpasangan dengan merdeka bathin. Apabila merdeka bathin bermakna merdeka besar, maka merdeka dzohir menjadi berposisi merdeka tidak besar. Merdeka ini adalah medeka yang bersifat dzohiriyah atau kasat mata, yakni merdeka dari belenggu penjajah. Apabila secara fisik sudah tidak ada penjajah dari manca negara, maka kenyataannya kita masih merasa ada yang membelenggu dari bangsa sendiri atau hakekatnya dari luar tetapi bersinergi atau bekerja-sama dengan oknum bangsa sendiri. Perihal ini sangat mungkin, kita pilah dari sektor-sektor kehidupan misalkan; pendidikan, ekonomi, budaya dll. Apakah pada sektor-sektor tersebut masih terasa adanya tekanan atau keterbelengguan.

Kunci kemajuan sebuah bangsa adalah bisa dilihat dari level pendidikan bangsa itu sendiri. Bangsa kita hanya dalam kisaran 8 % dari jumlah penduduk yang pernah duduk di Perguruan Tinggi termasuk Diploma 1 (BPS 2022). Apabila bangsa ini terasa sangat berat meningkatkan level pendidikan, maka tidak ada salahnya bila diduga ada pihak-pihak yang tidak berkeinginan atau menghambat dalam upaya peningkatan level pendidikan bangsa ini. Sehingga dengan minimnya SDM unggul akan mudah terjadi penyelewengan-penyelewengan seperti korupsi dan penyalah-gunaan jabatan.

Sungguh komplek sekali perihal mengisi meneruskan kemerdekaan yang sejati. Ada ceramah yang mengatakan kita sedang dijajah bangsa sendiri.
Penulis lebih tertarik pada perjuangan jangka panjang dan berbeaya besar tetapi yang insyaAllah hasilnya bisa diandalkan. Yakni meningkatkan level pendidikan bangsa kita ini, supaya beranjak naik cepat dari 8% dari populasi yang mengenyam PT termasuk D1.

Sungguh perihal ini menjadi masalah dasar yg apabila tidak segera diselesaikan maka bangsa ini terus menerus akan terjajah. Ilustrasi sederhana, apabila dirata-rata penduduk bangsa tercinta ini diambil 10 orang maka hanya satu orang yang pernah kuliah. Apabila 10 orang ini tinggal dalam satu rumah, yang kaya raya dengan sumber daya alam yang melimpah, maka satu orang yang mengerti ini sangat mudah disandra dalam rangka menggarong kekayaan rumah tersebut. Penggarong sangat berani sebab penghuni rumah yang 9 orang dianggap bodoh dan kenyataannya tidak berdaya lantaran tidak berpendidikan.

Mari kita lebih serius membuat atau mensupport wajib belajar sampai 15 thn misalnya. Atau bila perlu membuat lagi atau hidupkan kembali IKIP (Institute Keguruan Ilmu Pendidikan) untuk ngurus ini. Apabila level pendidikan bangsa ini naik drastis, insyaAllah pada semua sektor kehidupan atau kementrian tidak lagi diremehkan oleh oknum-oknum yang sengaja membelenggu atau menjajah bangsa ini. Semoga bisa demikian adanya sehingga merdeka secara dzohir bisa terlealisasi lantaran bisa menyelesaikan dari akar masalah.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin
🤲🤲🤲
Ngapunten suwun

Surabaya, 22 Shofar 1447 atau 16 Agustus 2025
m.mustain