Katahanan Pangan Jumputrejo Sukodono Sidoarjo Sukses Tanam Melon dengan Teknologi Modern

Sidoarjo-menaramadinah.com-Pokmas Desa Jumputrejo Sidoarjo Sukses Tanam Melon dengan Teknologi Modern
Kelompok masyarakat (Pokmas) Ketapang Menik Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo telah berhasil dalam budidaya buah melon hidroponik jenis Inthanon sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan digelarnya kegiatan wisata petik buah melon di lokasi Green House Ketapang Menik Desa Jumputrejo, Selasa (08/07/2025). Kepala Desa Jumputrejo, Widarto mengatakan, sumber dana kegiatan tersebut bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024.

“Harapan kami, sebagian hasil panen melon ini ke depan bisa masuk PAD dan bisa dinikmati oleh masyarakat karena hasil dari desanya sendiri. Semoga hasil panen sekarang ini bisa lebih baik dari panen sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pokmas Ketapang Menik, Halim mengungkapkan, penanaman melon yang kedua ini mengikuti jejak uji coba tanam pertama yang terbilang sukses. Adapun melon jenis Inthanon ini ditanam di atas lahan seluas 140 M2.

“Hari ini tepat usia panen, kebetulan dihadiri Bapak Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Kadispora) Sidoarjo, Babinsa, Pemerintah Desa (Pemdes), dan Pendamping Desa. Sedikitnya terdapat sekitar 400 buah melon hasil panen dan kalau dijual Rp.25 ribu per kilogram, untuk pemasaran sendiri sudah ada calon pembelinya,” katanya.

Lebih lanjut, Halim menegaskan, sistem penanaman melon ini menggunakan teknologi modern menggunakan sistem Green House yakni dengan struktur tertutup transparan terbuat dari plastik yang dirancang untuk menciptakan lingkungan mikro yang ideal bagi pertumbuhan tanaman.

“Green House ini berfungsi menjaga suhu, kelembapan, cahaya, dan ventilasi agar tanaman dapat tumbuh optimal sepanjang tahun, termasuk di luar musim tanam alami. Dalam sekali tanam dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp.4.700.000 untuk pembelian benih dan pupuk,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, seiring dengan memyempitnya lahan-lahan pertanian, kebutuhan pangan semakin kompleks dan harus dipenuhi. Harapannya, pemerintah selalu hadir dalam tantangan di masa mendatang, khususnya dalam hal ketahanan pangan.

“Dengan melakukan pembinaan, pelatihan dan stimulus secara intensif untuk memunculkan petani-petani muda, SDM unggul dengan jiwa peduli yang tinggi. Terutama para pemuda di bidang pertanian supaya ikut mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan yang sejahtera,” pungkasnya. (Arum Maftucha)