
Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)
Memang betapa menariknya tempat yang disebut Arofah ini. Sampai setiap paket umroh selalu ada acara ziaroh ke tempat ini. Sebenarnya apa yang menjadi nilai besar sehingga membuat tempat ini menjadi begitu penting.
Satu faktor yang menjadi nilainya begitu besar adalah adanya ketentuan dari Nabi Muhammad SAW. Yaitu pendekatan yang menjadikan setara dengan ibadah rukun Islam yang ke-5. Hal ini diberikan dalam hadits, yakni;
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ قَزَعَة عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجُّ عَرَفَةُ
Artinya: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Haji adalah Arofah'” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa’i)
Penjelasan (Modified AI, 2026):
– Hadits ini menjelaskan bahwa wukuf di Arofah adalah rukun utama dalam ibadah haji.
– Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa haji adalah Arofah, artinya bahwa wukuf di Arofah adalah inti dari ibadah haji.
– Jika seseorang tidak wukuf di Arofah, maka hajinya tidak sah.
– Hadits ini menunjukkan keutamaan dan pentingnya Arofah dalam ibadah haji.
Ada tiga alasan tempat ini disebut Arofah yang artinya mengetahui, yakni:
1. Nabi Adam dan Siti Hawa saling mengetahui.
2. Nabi Adam AS dan Nabi Ibrohim AS mengetahui Tata cara haji.
3. Semua orang yang berkumpul bisa saling mengetahui.
Ada sumber yang diacu untuk mengatakan demikian. Hari Arofah disebut demikian karena beberapa alasan, di antaranya (Modified AI, 2026):
– Mengenal (Arofah): Jibril mengajarkan tata cara ibadah haji kepada Nabi Ibrahim AS, dan Ibrahim berkata, “Araftu” (Saya sudah mengenal). Haditsnya HR Abu Dawud sebagai berkut:
عَرَفَةُ بِعَرَفَةَ بِأَنْ عَرَّفَ جِبْرِيلُ إِبْرَاهِيمَ الْمَنَاسِكَ قَالَ فَقَالَ أَعَرَفْتَ قَالَ عَرَفْتُ
Rasulullah berkata, “Arofah adalah tempat berhaji, dan disebut Arofah karena Jibril mengajarkan tata cara ibadah haji kepada Nabi Ibrahim AS, dan Ibrahim berkata, ‘Araftu’ (Saya sudah mengenal)” (HR. Abu Dawud).
Riwayat tentang pertemuan kembali antara Nabi Adam AS dan Siti Hawa di Arafah cukup terkenal dalam literatur Islam, terutama dalam kitab tafsir dan sejarah. Namun perlu diketahui bahwa riwayat ini bukan hadits shahih yang kuat, melainkan atsar atau riwayat dari sebagian ulama tafsir (Modified AI, 2026). Hal ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Teks Riwayat (Arab)
Di antara riwayat yang sering disebutkan adalah:
فَلَمَّا أُهْبِطَ آدَمُ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ فَرَّقَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ حَوَّاءَ، فَكَانَ آدَمُ بِالسَّرَنْدِيبِ وَحَوَّاءُ بِجُدَّةَ، فَظَلَّ يَطُوفُ فِي الْأَرْضِ حَتَّى اجْتَمَعَا بِعَرَفَاتٍ فَعَرَفَهَا وَعَرَفَتْهُ، فَسُمِّيَ الْمَوْضِعُ عَرَفَاتٍ.
Riwayat ini disebutkan oleh beberapa ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dalam kisah penciptaan manusia.
2. Arti dalam Bahasa Indonesia
“Ketika Adam diturunkan dari surga ke bumi, ia dipisahkan dari Hawa.
Adam berada di Sarandib (Sri Lanka), sedangkan Hawa berada di Jeddah.
Adam terus berjalan mengelilingi bumi hingga akhirnya mereka bertemu di Arafat. Maka Adam mengenali Hawa dan Hawa pun mengenalinya. Karena itu tempat tersebut dinamakan Arafat (tempat saling mengenal).”
3. Penjelasan Ulama
* Asal nama Arafah
Sebagian ulama menjelaskan bahwa nama Arafah berasal dari kata عَرَفَ (arafa) yang berarti mengenal.
Karena di tempat itu Adam dan Hawa saling mengenali kembali setelah lama terpisah.
Di lokasi tersebut terdapat bukit yang dikenal dengan nama:
Jabal Rahmah
(Bukit Kasih Sayang)
Menurut tradisi, di sekitar bukit inilah pertemuan itu terjadi.
* Status riwayat
Para ulama hadits menjelaskan:
Riwayat ini tidak memiliki sanad shahih dari Nabi ﷺ.
Kebanyakan berasal dari riwayat Israiliyat atau kisah sejarah yang dinukil ulama tafsir.
Karena itu statusnya:
” Boleh diceritakan sebagai kisah sejarah, tetapi tidak boleh/baik dipastikan sebagai hadits Nabi ﷺ.
4. Hikmah yang sering diambil ulama
Walaupun riwayatnya tidak kuat sebagai hadits, para ulama mengambil beberapa makna simbolik:
1. Arafah adalah tempat pengakuan dan taubat manusia.
2. Pertemuan Adam dan Hawa melambangkan awal kehidupan manusia di bumi.
3. Hari Arafah dalam haji menjadi momen pengenalan manusia kepada Allah dan pengakuan dosa.
Alhasil, kisah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Arafah terkenal dalam kitab tafsir dan sejarah Islam, namun bukan hadits shahih dari Nabi ﷺ. Ini lebih merupakan riwayat sejarah yang digunakan untuk menjelaskan asal nama Arafah. Semoga kita bisa mengambil pelajaran baik aamiin.
Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.
Mekkah,
22 Romadlon 1447
atau
10 Maret 2026
m.mustain
