بسم الله *Bukankan Allah SWT Telah Melapangkan Dada*

 

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Terkadang kita lupa bahwa kelapangan dada kita ini pemberian Allah SWT. Kemudahan berpikir jernih, tidak tercampur dengan rasa emosional baik membenci maupun menyenangi juga anugerah dari Allah SWT. Ketenangan dalam menghadapi ujian, tidak mudah menyalahkan pihak lain, dan bisa berpikir dari banyak sudut pandang juga karunia Allah SWT.

QS Al-Insyirah Ayat 1 telah jelas bahwa Allah SWT yang melapangkan dada Nabi Muhammad SAW, yakni:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Arti (Terjemah Kemenag RI):
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?”

Tafsir singkat ayat ini adalah penghibur dan peneguhan hati Nabi Muhammad SAW. Allah mengingatkan bahwa Allah SWT telah melapangkan dada Nabi, yaitu (Modified AI, 2026):
1. Memberikan ketenangan batin
2. Menguatkan kesabaran dan keteguhan
3. Melapangkan hati

Semua itu untuk menerima wahyu, amanah dakwah, dan ujian berat dalam menjalani amanah kenabian.

“Melapangkan dada” tidak hanya bermakna fisik, tetapi terutama spiritual dan mental:
1. Hati yang luas,
2. Hati yang tidak sempit oleh kesedihan,
3. Hati yang tidak mudah putus asa, dan
4. Hati yang siap menghadapi tantangan.

Para ulama tafsir (seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi) menjelaskan bahwa ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah SWT sendiri yang menyiapkan Nabi Muhammad SAW secara batiniah. Sebelum menjalani tugas besar dakwah, Allah SWT lebih dulu menguatkan hati beliau.

Point pelajaran untuk kita bahwa, Allah SWT telah melapangkan dada Nabi-Nya untuk menghadapi ujian besar. Dengan demikian di saat kita merasa sesak, gelisah, atau lelah, maka ayat ini bisa menjadi pengingat bahwa kelapangan hati bisa dimohon datang dari Allah SWT.

QS Al-Insyirāḥ ayat 2–3 meneruskan, yakni:
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ

Arti (terjemahan Indonesia – Kemenag):
* Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu,
* Yang memberatkan punggungmu.

Tafsir Ringkas ayat 2–3 ini menjelaskan nikmat besar Allah kepada Nabi Muhammad SAW (Modified AI, 2026):

“Wizrak” (beban) ditafsirkan sebagai:
1. beban berat dakwah,
2. kesedihan dan tekanan batin,
3. tanggung jawab besar sebagai Rasul, atau kesulitan hidup sebelum dan saat awal kenabian.

“Yang memberatkan punggungmu” adalah: ungkapan kiasan (majas) untuk beban yang sangat berat, baik secara mental, spiritual, maupun sosial.

Point penting adalah:
1. Allah SWT membantu, meringankan, dan menguatkan Nabi Muhammad SAW, sehingga beban itu tidak lagi menghimpit.
2. Ini sekaligus menjadi penghiburan dan peneguhan hati bahwa Allah selalu menyertai hamba-Nya dalam kesulitan.
3. Ayat ini mengajarkan kita bahwa:
* Seberat apa pun beban hidup, Allah SWT akan jelas meringankannya.
* Kesulitan bukan tanda ditinggalkan, tapi sering justru tanda sedang dikuatkan.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
19 Sya’ban 1447
atau
06 Februari 2026
m.mustain