
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Kasih sayang adalah dua kata yang dijadikan satu pengertian yakni saling mengasihi dan saling menyayangi. Rangkaian dua kata ini memberikan makna yang sangat dalam yakni menjadi bangunan karakter orang atau komunitas yang menjadi dasar persatuan dalam membangun kerukunan.
Sungguh kerukunan dalam bangunan perdamaian harus ada basis karakter kasih sayang ini. Dalam ukuran terkecil di luar diri manusia adalah keluarga, siapapun orangnya pasti mengakui bahwa adanya keluarga bisa rukun damai selalu ada karakter dasar yang namanya saling kasih sayang antara anggota keluarga. Apabila ide keluarga yang rukun damai ini kita besarkan sampai dengan ukuran dunia, maka hal ini adalah sesuatu yang sangat mungkin.
Berikut QS At-Taubah (9):128 memberikan dasar kaidah agama yang jelas, yakni:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya (Kemenag RI)
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri; berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan dia sangat penyantun lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”
Tafsir Ringkas:
Ayat ini menggambarkan keagungan akhlak Rasulullah ﷺ, khususnya kasih sayang dan kepeduliannya terhadap umat. Makna utama ayat ini adalah bahwa Islam diturunkan melalui Rasul yang penuh cinta dan empati. Dakwah sejati bersumber dari kepedulian, kelembutan, dan kasih sayang.
Berikutnya ayat ini menjadi dalil kuat bahwa Islam adalah agama rahmat. Dengan demikian untuk kesimpulan dakwah bahwa, jika Rasulnya penuh kasih sayang, maka ajarannya pun adalah ajaran kasih sayang (Modified AI, 2026).
Sungguh Islam itu sangat toleran sangat bercita-cita hidup bersama yang damai saling menghormati. Tidak ada permusuhan, jangankan peperangan, menyakiti atau menyinggung perasaan antar sesama saja tidak dikehendaki. Tetapi apabila dihadapkan harus perang ya tidak boleh dihindari.
Contoh komunitas muslim terbaik adalah muslim Nusantara yang dikomandani organisasi besar NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Dua organisasi keagamaan ini sangat toleran, bisa hidup berdampingan dan bahkan hidup mesra dengan sesama warga negara republik Indonesia meskipun dengan berbagai macam suku dan agama.
Tradisi dan kesantunan yang sudah mengkristal adalah hasil bina’an sekian abad yang lalu oleh ulama-ulama pendahulu. Tetapi ketika harus menghadapi peperangan maka komunitas muslim Nusantara tidak pernah gentar. Sekian peperangan telah menjadi bukti berani melawan penjajah. Dua bukti yang masih hangat adalah peristiwa 10 Nopember yang terkenal dengan resolusi jihad, juga penumpasan upaya kudeta oleh PKI yang terkenal dengan G30SPKI. Semoga kita tetap bisa menjaga; kasih sayang, tradisi, dan santun tetapi berani aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
01 Sya’ban 1447
atau
20 Januari 2026
m.mustain
