
بسم الله
*Betapa Istimewanya Hati yang Bersih*
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Hati adalah tempat indikasi seseorang itu baik atau buruk. Apabila baik digambarkan hati ya bersih, sedangkan yang buruk adalah hati kotor, hati yang sakit, hati keras, atau bahkan hati yang mati. Secara berlawanan yang ekstrim terhadap hati yang bersih adalah hati yang mati. Artikel ini hanya membahas hati yang bersih.
QS. Al-Shu’ara ayat 88 dan 89 menceriterakan bagaimana keistimewaan hati yang bersih. Ayat ini berbunyi:
88. يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
89. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya:
88. “Pada hari itu tidak berguna harta dan anak-anak,
89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”
Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat, harta dan anak-anak tidak akan berguna bagi seseorang, kecuali jika ia memiliki hati yang bersih dan menghadap Allah dengan iman yang benar. Hati yang bersih adalah kunci untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT (Meta AI, 2026).
Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini menjelaskan tentang betapa dahsyatnya hari kiamat, di mana tidak ada yang dapat menolong seseorang, kecuali iman dan amal shalih yang ia miliki. Tafsir Ibnu Katsir juga disebutkan bahwa hati yang bersih adalah hati yang tidak memiliki kebencian, kedengkian, dan kesyirikan. Hati yang bersih juga adalah hati yang penuh dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT (Modified Meta AI, 2026).
Cara untuk mencapai bersih adalah ada 5 yang masyhur dengan judul obat hati. Lima tersebut adalah:
1. Moco Al-Qur’an
2. Wudhu
3. Sholat wengi (Tahajjud)
4. Sedekah
5. Dzikir wengi.
Sebagai manusia biasa seperti penulis yang selalu ada kotoran hati, maka sebaiknya keseharian selalu berpikir dan mengacu pada kondisi membersihkan hati. Dari lima hal tersebut yang hampir selalu kita bisa lakukan adalah nomer dua, ya’ni daimul wudlu selalu memiliki wudlu. Bersyukurlah bagi saudara-saudara kita yang sudah menjalani selama ini. Bagi yang belum, mari kita niat bulat untuk memulai, insyaAllah di awal-awal menjalani mungkin sehari wudlu sekitar 10 kali. Tetapi bila sudah biasa insyaAllah sekitar 5-6 kali. Semoga kita bisa demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
20 Rojab 1447
atau
10 Januari 2026
m.mustain
