
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Judul artikel ini apabila didiskripsikan kira-kira seperti berikut. Estimasi Valuasi Biaya Pembangunan dan Degradasi Lingkungan Global atau kerugian terhadap manfaat yang diperoleh atau keuntungan. Valuasi ini dibatasi pada basis ekonomi yang relatif lebih mudah dikuantifikasi dalam bentuk mata uang. Sedangkan di luar basis ekonomi adalah ada valuasi berbasis sosial, budaya, dll.
A. Biaya yang dikeluarkan
Estimasi valuasi biaya pembangunan dan degradasi lingkungan global akan diberikan sebagai berikut (Modified Meta AI, 2026):
1. Kategori Estimasi Nilai (USD) Sumber Biaya Pembangunan Infrastruktur 94 triliun (2020) OECD.
2. Biaya Pembangunan Energi Terbarukan 1,3 triliun (2020) IRENA.
3. Kerusakan Lingkungan (deforestasi, polusi, dll.) 2-4 triliun (2020) UNEP.
4. Kerugian Ekonomi akibat Perubahan Iklim 1,5% GDP global (2020) IPCC
B. Manfaat yang Diperoleh
Manfaat Ekonomi dari Pembangunan Berkelanjutan 12 triliun (2030) UNEP, diberikan sebagai berikut (Modified Meta AI, 2026):
– Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan akses ke layanan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan.
– Pembangunan energi terbarukan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan keamanan energi.
– Pembangunan berkelanjutan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
C. Rasio Biaya-Manfaat (Modified Meta AI, 2026)
– Biaya pembangunan infrastruktur : manfaat ekonomi = 1:2-3
– Biaya pembangunan energi terbarukan : manfaat ekonomi = 1:1,5-2
– Kerusakan lingkungan : manfaat ekonomi = 1:0,5-1
Perlu diingat bahwa estimasi nilai di atas dapat bervariasi tergantung pada sumber dan metode yang digunakan. Namun, secara umum, pembangunan berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan mengurangi kerusakan lingkungan.
Sumber berikut adalah singkatan dari:
– *OECD*: Organisation for Economic Co-operation and Development (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi).
– *IRENA*: International Renewable Energy Agency (Badan Energi Terbarukan Internasional).
– *UNEP*: United Nations Environment Programme (Program Lingkungan PBB).
– *IPCC*: Intergovernmental Panel on Climate Change (Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim).
Rasio biaya-manfaat pembangunan global 2025 belum tersedia secara spesifik. Namun, kita dapat melihat beberapa contoh analisis biaya-manfaat pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan baru, yang memiliki rasio biaya-manfaat (BCR) sekitar 1,1, artinya untuk setiap 1 rupiah yang dikeluarkan, proyek diharapkan menghasilkan manfaat sebesar 1,1 rupiah (Modified Meta AI, 2026).
Dalam konteks pembangunan global, beberapa negara memiliki target pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Indonesia, misalnya, memiliki target pembangunan berkelanjutan hingga 2045, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup, produktivitas, dan pemerataan pembangunan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi rasio biaya-manfaat pembangunan global antara lain:
1. Biaya: Biaya konstruksi, pembebasan lahan, peralatan, tenaga kerja, dan biaya operasional awal.
2. Manfaat: Pengurangan waktu tempuh, penurunan biaya transportasi, peningkatan aksesibilitas ke pasar, dan peningkatan produktivitas.
3. Dampak lingkungan: Pembangunan infrastruktur dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti polusi udara, kerusakan habitat, dan erosi tanah.
Untuk mendapatkan rasio biaya-manfaat pembangunan global 2025 yang lebih akurat, perlu dilakukan analisis yang lebih komprehensif dan spesifik pada proyek-proyek pembangunan yang sedang berlangsung. Semoga penentu kebijakan di dunia bisa lebih cermat lagi, bisa meningkatkan manfaat dengan menekan biaya. Semoga demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
19 Rojab 1447
atau
09 Januari 2026
m.mustain
