
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Setiap makhluq Tuhan pasti berkeinginan mempertahankan kelangsungan hidup, apalagi manusia. Kelangsungan hidup hanya bisa tercapai dengan adanya ketentraman, perdamaian, persatuan dan kerukunan. Manusia berlatar-belakang: agama, ras, warna kulit apapun bahkan yang tidak beragama juga pasti menginginkan hidup damai sehingga eksistensi hidup akan terjamin.
Dalam referensi Islam, berikut ada dalil tentang perintah membangun perdamaian antar umat di dunia. Sungguh perintah ini sangat kuat.
QS Al-Hujurat: 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Ayat ini menekankan bahwa Allah menciptakan manusia dari satu pasang, yaitu Adam dan Hawa, dan kemudian menjadikan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tujuan dari penciptaan ini adalah agar manusia saling kenal-mengenal dan berinteraksi satu sama lain. Allah SWT juga menekankan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh bangsa, suku, atau status sosial, tetapi oleh tingkat ketaqwaannya. Orang yang paling taqwa di antara manusia adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT (Meta AI, 2026).
Pelajaran yang dapat diambil (Modified Meta AI, 2026):
1. Allah menciptakan manusia dari satu pasang, sehingga semua manusia adalah bersaudara.
2. Tujuan penciptaan bangsa-bangsa dan suku-suku adalah agar manusia saling kenal-mengenal dan berinteraksi.
3. Kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh tingkat ketaqwaannya, bukan oleh bangsa, suku, atau status sosial.
4. Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal, sehingga kita harus selalu berhati-hati dalam berbuat dan berkata.
Apabila artikel ini terbaca oleh siapa saja, yang memahami serta menyadari, maka akan segera terwujud upaya yang serius dan fokus. Upaya yang fokus mulai dari individu membangun perdamaian dalam lingkaran kecil keluarga. Lingkaran keluarga ini dibesarkan pada lingkungan RT, RW, Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi, Negara, Regional, dan Global. Dengan demikian komponen terkecil perdamaian dunia/global adalah individu kita.
Upaya fokus yang diharapkan dan tidak kalah pentingnya dari komponen dasar individu adalah kelompok/organisasi besar utamanya di tingkat global yakni PBB. Kemudian kelompok atau organisasi di tingkat Regional dan Nasional di masing-masing wilayahnya. Kemudian disusul oraganisasi di tingkat ke bawah Propinsi dst. Upaya dari organisasi-organisasi ini sungguh sangat diperlukan untuk mempercepat terwujudnya perdamaian.
Perwujudan nyata upaya organisasi-organisasi adalah pembuatan/perbaikan regulasi yang bertujuan membangun perdamaian serta penegakan hukum yang lebih serius. InsyaAllah akan terasa dinamika menuju perdamaian, potensi peperangan akan berkurang syukur bisa hilang. Semoga bisa bergerak demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
16 Rojab 1447
atau
06 Januari 2026
m.mustain
