بسم الله *Kebaikan Menghapus Keburukan*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lainnya, dengan sanad yang shahih, yakni:

“إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ”

“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan kejahatan-kejahatan.”

Artikel ini menjelaskan bagaimana rasanya sesaat setelah melakukan keburukan, dan sesaat setelah melakukan kebaikan. Juga bagaimana rasanya setelah pelaksanaan kebaikan itu bisa menghapus keburukan.

Memang sumber hadits yang telah disebut menekankan pentingnya melakukan amal kebaikan untuk menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Sehingga bisa mengurangi beban tanggung jawab ketika di hari perhitungan kelak (Qiyamat). Dengan demikian seyogyanya kita selalu perlu ada upaya untuk peningkatan kebaikan. Upaya peningkatan tersebut akan lebih efektif apabila bisa merasakan ni’matnya sesaat setelah melakukan kebaikan.

Hakekatnya kita memiliki sensor rasa ni’mat ketika kita dengan murni/tulus/ikhlas melakukan kebaikan. Hal ini merupakan bawa’an fithroh kejadian manusia telah dibekali Allah SWT demikian. Contoh ketika kita bisa bershodaqoh, sungguh aslinya suara hati betapa gembira bernyanyi dan bahagia. Namun belum semua diantara kita bisa merasakan perihal tersebut. Justru yang banyak suara hati yang gembira tersebut dikecilkan oleh nafsu dan syetan.

Rasa sebaliknya, apabila diantara kita terlanjur melalukan keburukan, maka hakekatnya hati ini merasakan sedih dan menangis. Tetapi terkadang dan bahkan sering malah diputar balikan oleh nafsu dan syetan, disuntikkan rasa senang dan bangga oleh syetan malah bisa jadi dengan sombongnya menceriterakan ke lain.

Alhasil, mestinya kita tingkatkan kebaikan kita dengan memelihara rasa senang. Sehingga upaya menghapus keburukan sudah terjadi secara otomatis. Secara logika, semakin banyak waktu yang digunakan untuk kebaikan maka secara otomatis waktu tersisa akan tinggal sedikit. Sehingga waktu yang potensial keburukan akan berkurang. Dan sekaligus berarti pula kebaikan tersebut menghapus keburukan yang telah dilakukan. Hal ini dikarenakan semua kebaikan dilipatkan gandakan minimal sepuluh kali, sedangkan keburukan tidak ada. Dengan demikian secara logika sederhana, ketika kita melakukan kebaikan sekali maka 10 keburukan akan terhapus.

Deskripsi ini merupakan motivasi bagi kita dan umat Islam untuk melakukan amal kebaikan. Sudah barang tentu rutenya dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan taqwa.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 1 Robiuts Tsani 1447
atau
23 September 2025
m.mustain