
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Penulisan judul artikel ini diilhami dari surat Al-Isra’ Ayat 81, yakni:
وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap’. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”
Secara umum pada kontek ilmu pengetahuan, ayat ini merupakan peringatan bagi orang-orang yang masih mempertanyakan kebenaran Agama Islam (terutama Ateis). Ayat ini mengingatkan keras pada mereka yang masih ragu dengan Islam bahwa kebenaran akan selalu menang, dan sebaliknya yang batil akan sirna atau hancur.
Dalam konteks sejarah, ayat ini terkait dengan peristiwa penaklukan Mekah, Rasulullah SAW bersama para sahabat menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka’bah dan melafalkan ayat tersebut. Dengan demikian persepsi yang kita tangkap adalah sesuatu yang tidak benar atau tidak betul dalam arti batil atau salah, maka pasti akan lenyap atau tidak eksis, dengan ekspresi hancurnya berhala-berhala tersebut.
Kembali dalam kontek ilmu, bahwa ilmu yang terdokumentasi dalam rekaman ilmiah seperti buku, jurnal dll pasti itu benar pada periode masa tertentu. Kecuali sedikit yang terkoreksi oleh penemuan-penemuan ilmiah berikutnya. Dengan demikian selagi tidak/belum ada koreksi, maka isi dokumen ilmiah tersebut berkategori benar. Dalam kurun waktu yang panjang misalkan dua atau tiga abad, kok belum/tidak ada revisi ya berarti kandungan ilmu itu betul.
Contoh legendaris ilmuwan fisika Sir Isaac Newton (1643-1727), sampai sekarang ketiga hukum (Gravitasi, gerak, dan kalkulus) yang dia temukan selama hampir 5 abad ini belum ada yang bisa merevisi. Secara teoritis teori relativitas oleh Albert Einstein (1879-1955), sefaham saya, bisa merevisi teori keberadaan waktu yakni perjalanannya tidak lagi konstan melainkan bisa melambat bahkan berhenti. Secara teori ini bisa asal kerangka kerja atau mediumnya digerakkan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Secara praktis tidak akan bisa, sebab tidak ada yang bisa menggerakan medium sebesar bumi apalagi universe, sebab tidak tersedia energi dan medium-luar sebagai pra-sarana medium yang digerakkan tersebut. Dengan demikian perjalanan waktu masih tetap konstan dan benar adanya, yakni tidak bisa melambat apalagi berhenti.
Berbicara tentang perkembangan syariat Islam, bahwa populasi muslim dunia sekarang ini antar 85%-90% adalah sunni (Ahli sunnah wal jamaah), Google muslim sunni population, 2025. Sedangkan ilmu yang eksis di madzhab sunni ini adalah sudah mulai tertulis pada zaman Imam 4; Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, yakni sekitar 13 abad yang lalu. Hal ini memberikan arti bahwa keberadaan ilmu syariah Islam aliran/madzhab sunni adalah sudah eksis selama 13 abad. Dengan demikian, selama 13 abad juga syariat Islam aliran sunni ini yang dianut mayoritas muslim dunia seperti kita dan yang tidak pernah ter-revisi, ini berarti selalu eksis (ada) dan artinya benar.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 26 Robiul Awal 1447
atau
18 September 2025
m.mustain
