بسم الله *Cintailah Siapa-saja Yang Kita Suka*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Apabila sedang mencintai atau mensukai seseorang, maka tidak akan kehabisan cara untuk memuji. Begitu juga sebaliknya, bila sedang tidak menyukai atau mencintai maka tidak akan kehabisan bahan untuk mencela. Ada potongan hadits tentang mencintai, yakni,
وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ

“Cintailah siapa saja yang kamu suka, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 6055) dan Imam Muslim (no. 2838). Bentuk lengkapnya hadits ini adala,
“عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ”
“Hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang kamu suka, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah apa saja yang kamu suka, sesungguhnya engkau pasti akan diberi balasan karenanya.”

Artikel ini ingin menela’ah pada kontek mencintai saja.

Telah familier betul di benak kita bila ada ungkapan “Like and Dis-like”, yakni suka dan tidak suka. Sampai dengan pada sentuhan subyektifitas pada proses penilaian. Di sisi lain adalah obyektifitas, yakni murni nilai apa adanya obyek yang dinilai, tidak ada campur tangan suka atau tidak suka dari personal penilai. Terkait dengan suka dan tidak suka, maka juga ada mencintai dan tidak-mencintai. Di sini konteknya adalah memilih abyek mana/siapa yang harus kita cintai, dan yang harus tidak kita cintai.

Sudah barang tentu memilih obyek ini harus ada acuan yang bisa dan layak ditiru. Hal besar yang mudah ditiru untuk dicintai dan dimusuhi adalah Allah senang amal sholeh dan setan tidak senang bahkan memusuhi. Sebaliknya, Allah tidak senang terhadap kemungkaran sedangkan setan senang. Mari kita tepat meletakkan rasa senang dan tidak senang sesuai dengan yang diberikan contoh oleh Allah SWT.

Figur manusia yang paling dicintai Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW. Berikutnya adalah orang yang beramal sholih. Sebaliknya orang yang melakukan kemungkaran adalah orang yang tidak disenangi Allah tetapi disenangi setan.

Kembali kepada perintah cintailah orang sesukamu, maka kamu akan berpisah. Hal ini adalah kontek kehidupan di dunia, akan berpisah tetapi kelak di akhirat insyaAllah akan bertemu apabila yang dicintai adalah Nabi Muhammad SAW dan orang-orang sholih. Ya Allah pertemukan kami dengan hambaMu yang sholeh aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat aamiin
🤲🤲🤲

Surabaya, 19 Robiul Awal 1447 atau
12 September 2025
m.mustain