SMAN TRASANDA Bikin Heboh di Acara Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke 74

Banyuwangi-menara madinah.com-Patut diapresiasi ide cerdas warga SMAN Taruna Santri Darussholah yang menyelenggarakan perayaan karnaval tunggal, Senin 26 Agustu di sepanjang jalan raya Desa Gumirih.

Pawai bertajuk Trasanda Beautiful Carnival 2019 dibuka oleh Camat Singojuruh mewakili Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, meriah betul. Masyarakat tumplek blek inging menyaksikan aksi aktraksi anak-anak siswa santri mulai dari kelas X s.d. kelas XII. Sungguh membuat masyarakat antusias melihatnya. Hiburan bermutu. Mungkin ini pengalaman pertama di Kabupaten Banyuwangi kegiatan karnaval yang diselenggaraan oleh sekolah secara mandiri.


Mochammad Rifai, kepala sekolahnya dalam pidato pembukaan “bahwa kegiatan perayaan peringatan hari kemerdekaan ini kalau masyarakat mendukung akan dijadikan agenda tahunan, cetusnya”. Seraya memuji kekompakan dan semangat masyarakat, kasek yang suka pakai jean ini meminta kepada masyarakat agar sekolah yang dikolaborasi dengan pesantren ini terus didukung, dijaga dan dibangun bersama-sama. Tanpa kesertaan kekuatan masyarakat tidak akan bisa maju sekolah ini, terangnya. Dan disela-sela pidatonya berkali-kali Kasek Berprestasi tingkat Kabupaten 2019 ini, mengatakan bahwa sekolah ini adalah milik masyarakat Singojuruh utamanya desa Gumirih, karena ketempatan.
Haji Rifai, biasa dipanggil, mengundang juga pejabat Forpimka, kepala Puskesmas dan Kepala Desa sekitar. Masih menurut Kasek penerima Best Praktis Nosional Kepala Sekolah tahun 2008 dari kementerian pendidikan itu, menguatkan bahwa “kesuksesan SMA ini juga karena dukungan pejabat Forpimka dan para kepala desa”. Itu sebabnya setiap kali ada event antarinstansi saling membantu dan menguatkan.
Camat Singojuruh, M. Lutfi, S.Sos., M.Si. juga dalam sambutannya mendukung penuh langka SMA Trasanda termasuk melenggarakan pawai atau carnaval tunggal. Menurut beliau “hari ini masyarakat butuh tontonan yang bermutu”. Di samping itu, jumlah siswa SMP, M.Ts. dan SMK/SMA sangat banyak, ribuan, kalau dijadikan satu kegiatan karnaval akan memakan waktu panjang dan khawatir banyak waktu shalat yang terbuang”. Namun demikian, ungkap Camat Smart ini, semua kegiatan terus kita lakukan evaluasi.
Sementara itu, para guru dan staf kantor SMAN Trasanda yang terlibat langsung kegiatan itu, merasa puas karena tampilannya para siswa santrinya telah bikin heboh, menghibur dan di luar dugaan ternyata mereka menampilkan hal yang tidak pernah dilatihkan di sekolah. Ini menunjukkan bahwa ada yang terlibat di sana, mungkin orang tuanya atau anggota masyarakat, ungkap Mastuki, S.S. guru Bahasa Inggris yang bertampang mirip Raja Dandut Rhoma Irama itu. Guru lulusan Universitas Jember ini dipercaya sebagai penanggung jawab acara sekaligus pembuat konsep Beautiful Carnival 2019.
Pengurus komite dan jajaran mendukung acara ini dan meminta tahun depan digelar lebih meriah, lebih bermutu dan tidak memakan waktu panjang. Minimal sama dengan tampilan BEC yang digelar Pemda setiap tahun.

Moch Rifai

Jurnalis Citizen MM.com