FUNGSI OTAK DENGAN PROSES DAN PRILAKU PSIKOLOGIS MANUSIA

 

Oleh: Rendra Sakbana Kusuma, M.Pd
Dosen STKIP PGRI Bangkalan.

Para guru dan orang tua ternyata masih jarang memperhatikan bidang kajian ini sehingga menyebabkan munculnya suasana pembelajaran yang pasif dan tidak optimal dalam merangsang sel-sel saraf di dalam otak manusia.Guru dan orang tua yang tidak memahami dasar biologis dari keterampilan dan perilaku anak juga cenderung mendidik anak sesuai kehendaknya atau untuk melanjutkan cita-citanya.

Tujuan anak dalam belajar tertuju untuk menyenangkan hati guru dan orang tuanya saja dan tidak optimal dalam mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya sesuai tahap perkembangannya. Educational neuroscience adalah bidang kajian neuroscience yang fokus untuk mengkaji konsep pendidikan dari perspektif sistem kerja otakTujuan utama dari educational neurosciemce adalah meninjau konsep dan praktik pendidikan dari perpektif sistem kerja otak manusia. Wathon, 2016 dalam terori seluler-Molekuler, yaitu macam-macam sel saraf dan sistem kerjanya dalam menghasilkan berbagai perilaku yang kompleks. Sistem Saraf biding, yaitu macam-macam sel-sel saraf yang terlibat dalam sebuah sistem yang kompleks, misalnya, masalah penglihatan dikaji dalam sistem visual. Neurosains Perilaku, yaitu cara kerja sistem syaraf dalam menghasilkan perilaku tertentu, Misalnya, bagaimana saraf visual, saraf auditori, saraf motorik memproses informasi (materi pelajaran) secara simultan (meskipun hanya salah satu yang dominan.

Neurosains Sosial, yaitu peran otak manusia dalam membantu manusia membentuk hubungan dengan orang lain (JOHNSON & HAAN, 2015)Memberikan perpektif baru bagi dunia pendidikan dalam memahami perkembangan perilaku dan keterampilan anak dari sisi struktur dan fungsi sistem saraf di dalam otak. Kecerdasan matematika dan bahasa berpusat pada bagian otak kiri. Kecerdasan musik dan spasial berpusat di otak kanan.

Kecerdasan kinestetik berpusat di daerah motorik cortex cerebri, dan kecerdasan intrapersonal dan antarpersonal ditata pada sistem limbik dan dihubungkan dengan lobus prefrontal maupun tempora.Di antara alat pemindai otak yang telah menyumbangkan berbagai temuan baru daam educational neuroscience adalah sebagai berikut.

Electroencephalography (EEG) dan Magnetoencephalography (MEG) EEG dan MEG mampu membaca seberapa cepat informasi diproses dalam otak.

Alat ini memiliki 100 detektor magnetik yang ditempelkan di sekitar kepala. Fungsinya adalah untuk mendeteksi aktivitas elektrik dan magnetik yang terjadi pada otak selama proses mental (termasuk proses belajar-mengajar) berlangsung.

EEG dan MEG mencatat perubahan yang terjadi di dalam otak secara berkelanjutan, yakni dalam kisaran satu mili detik (satu per seribu detik) kisaran umum waktu yang dibutuhkan otak untuk memproses kata.

Hasil pencatatan memberi informasi mengenai waktu yang diperlukan oleh otak untuk proses membaca atau menghitung angka matematika.Di antara alat pemindai otak yang telah menyumbangkan berbagai temuan baru daam educational neuroscience adalah sebagai berikut.

Positron-Emission Tomography (PET) PET merupakan teknologi yang diakui untuk mengobservasi fungsi-fungsi otak yang mengandung radioaktif pada subjek di mana cairan akan bereaksi ke dalam otak. Wilayah bereaksi ke tingkat tinggi akan mengakumulasi lebih banyak radiasi dan aktivitas ini ditangkap oleh cincin detektor yang di pasang di sekitar kepala subjek (pasien). (S3 Diknas 2022)