
Tahukah Anda bahwa sarjana kedokteran
Persia (Iran), Ibnu Sina (980-1037),
menemukan bahwa beberapa penyakit
bisa disebarkan oleh mikroorganisme?
Untuk mencegah kontaminasi antar manusia,
ia menemukan metode mengisolasi
orang selama 40 hari.
Ia menyebut metode ini
al-Arba’iniya (“empat puluh”).
Pedagang dari Venesia (Italia)
mendengar metode suksesnya dan
membawa pengetahuan ini kembali ke Italia.
Mereka menyebutnya “quarantena”
(“empat puluh” dalam bahasa Italia).
Dari sinilah kata “karantina” berasal.
Jadi asal usul metode yang saat ini
digunakan di banyak negara di dunia untuk memerangi pandemi berasal dari dunia Islam.
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Al-Hussein Ibnu Abdullah Ibnu Sina.
Di barat ia juga dikenal dengan versi
Latin dari namanya yaitu Avicenna.
