Timnas Putri Indonesia Tahan Imbang Kamboja dalam Laga Uji Coba FIFA Women’s Matchday 2026.

BANDUNG – Timnas Putri Indonesia harus kembali menelan hasil kurang memuaskan dalam laga uji coba kedua FIFA Women’s Matchday 2026 saat menghadapi Kamboja di Stadion Arcamanik, Bandung, Selasa (9/6/2026).

Pertandingan yang berlangsung sengit berakhir imbang 1-1, menyusul hasil sebelumnya kalah 0-2 dari Singapura.

Pada laga ini, Timnas Garuda Pertiwi tampil agresif sejak babak pertama dengan mengandalkan kecepatan dua sayap mereka, Viny Silfianus dan Rosdilah Siti.

Berulang kali serangan tim Indonesia dilancarkan, namun peluang emas yang didapat seperti tendangan Viny dan sapuan dekat garis gawang dari pemain Kamboja belum menemui sasaran.

Di sisi lain, pertahanan Indonesia juga diuji oleh serangan balik Kamboja yang beberapa kali membahayakan gawang melalui kombinasi umpan silang dan tendangan keras, tetapi ketangguhan penjaga gawang Iris De Rouw dan bek Emily Nahon serta Isabell Kopp mampu menahan ancaman tersebut.

Memasuki babak kedua, momentum berubah ketika menit ke-54, Rosdilah Siti membuka keunggulan Indonesia memanfaatkan umpan matang dari Estella Loupattij.

Sayangnya, keunggulan ini hanya bertahan semenit, karena Kamboja dengan cepat menyamakan skor melalui Chhit Sapheourn yang menuntaskan umpan silang Soeurn Vipha.

Setelah gol tersebut, kondisi pertandingan cenderung seimbang dengan kedua tim lebih banyak bertarung di lini tengah dan peluang yang tercipta relatif terbatas. Kedua kubu sama-sama gagal menambah skor hingga wasit meniup peluit akhir.

Hasil ini menandai catatan kurang ideal Timnas Putri Indonesia di masa jeda internasional, dengan rekornya menjadi sekali imbang dan sekali kalah.

Pelatih Satoru Mochizuki mesti melakukan evaluasi mendalam terutama dalam meningkatkan ketajaman penyelesaian peluang dan konsistensi pertahanan.

Secara taktik, Indonesia masih mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang menghadirkan keseimbangan antara lini bertahan dan serang. Para pemain sayap seperti Viny Silfianus dan Rosdilah Siti menunjukkan kecepatan dan penetrasi yang cukup menjanjikan.

Sementara itu, lini tengah yang dikomandani oleh Feliciia De Zeeuw dan Isabelle Nottet berhasil mengontrol tempo permainan, meski terkadang kurang maksimal menyokong penyerangan.

Namun, konsistensi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama. Peluang-peluang bagus yang gagal dikonversi menjadi gol menunjukkan perlunya peningkatan ketajaman dan fokus di depan gawang.

Di sisi lain, konsentrasi lini belakang dan komunikasi juga perlu diperbaiki agar dapat menghadang serangan lawan dengan lebih efektif dan meminimalisir kebobolan gol cepat setelah Indonesia unggul.

Dari sisi mentalitas, Timnas Putri menampilkan semangat juang tinggi terutama dalam menguasai lini tengah dan menekan lawan. Tapi, ketajaman dalam menghadapi tekanan dan ketahanan fisik di menit-menit akhir harus ditingkatkan supaya mampu menjaga keunggulan dalam pertandingan yang ketat.

Hasil imbang 1-1 kali ini mencerminkan tantangan serius yang masih harus dihadapi Timnas Putri Indonesia untuk meningkatkan kualitas kompetitif mereka di level internasional.

Meski ada kemajuan dalam penguasaan bola dan peluang, efektivitas penyelesaian dan konsistensi bertahan masih jadi kunci perbaikan.

Pelatih Satoru Mochizuki bersama staf kepelatihan perlu terus mengupayakan pemantapan teknik dan strategi agar Garuda Pertiwi bisa meraih hasil positif di pertandingan berikutnya dan membangun tim yang lebih kompetitif di masa depan.

Susunan Pemain Timnas Putri Indonesia (4-2-3-1):
Iris De Rouw; Gea Yumanda, Emily Nahon, Isabell Kopp, Pauline Van de Pol; Isabelle Nottet, Feliciia De Zeeuw; Katarina Stalin, Viny Silfianus, Rosdilah Siti; Estella Loupattij. Pelatih: Satoru Mochizuki.

Susunan Pemain Kamboja (4-4-2):
Chea Fariya; Hear Sreilas, Ban Angkhen, Kin Ramksa, Vibol Serysitha; Rith Channimol, Soem Maysam, Ti Samnang, Hok Saody; Soeurn Vipha, Yon Yoeurn. Pelatih: Khuon Laboravy.*Imam Kusnin Ahmad*