Jembatan Presisi Udanawu Resmi Beroperasi, Bupati Rijanto Sebut Bukti Kolaborasi Untuk Kemajuan.

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto resmi meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kecamatan Udanawu yang menghubungkan tiga desa vital sekaligus memperbaiki kualitas akses transportasi masyarakat.

Peresmian ini menjadi cerminan sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam pembangunan daerah.

Jembatan sepanjang hampir 20 meter ini selesai dibangun dengan bantuan tenaga ahli konstruksi dan dukungan aktif personel Polres Blitar Kota.

Koneksi sentral antara Desa Ringinanom, Karanggondang, dan Kebonagung menjadi lebih mudah dan aman dibandingkan sebelumnya yang mengandalkan jembatan bambu darurat yang rapuh.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyatakan, “Jembatan darurat yang selama ini digunakan masyarakat sering rusak karena material bambu mudah lapuk. Dengan jembatan ini, saya harap kemudahan akses bisa diiringi peningkatan perekonomian daerah,” ujar Bupati Rijanto, Minggu 24/5 2026.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari misi Polri melalui program Jembatan Presisi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Selain mempermudah akses transportasi, jembatan juga diharapkan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi, karena masyarakat kini lebih mudah menjangkau pusat layanan dan pasar,” tambah Kapolresta.

Pada kesempatan tersebut, Polres Blitar Kota juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar sebagai wujud kepedulian dan penguatan silaturahmi antara aparat dan masyarakat.

Jembatan ini kini melayani kendaraan roda dua dan roda tiga, disesuaikan dengan daya dukung konstruksi untuk menjaga keselamatan pengguna.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Udanawu menandai babak baru dalam upaya meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Blitar. “Infrastruktur yang baik adalah fondasi kemajuan bersama dan bukti nyata kolaborasi semua unsur demi masa depan Kabupaten kita,” tutup Bupati Rijanto.*Imam Kusnin Ahmad*