
Oleh : Sujaya, S. Pd. Gr.
Dewan Penasihat DPP ASWIN, Pemerhati Pendidikan Karakter.
Kesuksesan Tidak Hanya Soal Nilai Akademik
Sering kali masyarakat menilai kesuksesan anak hanya dari nilai akademik dan peringkat di kelas. Menjadi juara satu dianggap puncak prestasi. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa kesuksesan sejati dalam hidup lebih dipengaruhi oleh “grit” atau daya juang, bukan hanya oleh kecerdasan intelektual.
Angela Duckworth, seorang psikolog dari University of Pennsylvania, dalam bukunya Grit: The Power of Passion and Perseverance, menjelaskan bahwa grit adalah kombinasi dari semangat (passion) dan kegigihan (perseverance) untuk mencapai tujuan jangka panjang. Anak-anak dengan grit tinggi lebih mampu bertahan menghadapi tantangan, bangkit dari kegagalan, dan tidak mudah menyerah.
Namun pertanyaannya, bagaimana cara membentuk grit dalam diri anak?
Teknik “Raising Giant” untuk Membangun Grit Anak
Sebuah studi dari University of Chicago’s Urban Education Institute menemukan bahwa grit dapat dibentuk melalui pendekatan pendidikan dan pola pengasuhan yang disebut “Raising Giant”.
Raising Giant adalah teknik membesarkan anak agar tumbuh seperti “raksasa” yang kuat secara mental, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah. Bukan berarti memaksa anak menjadi sempurna, melainkan membentuk karakter ulet dan berorientasi tujuan.
Indikator Teknik Raising Giant
Beberapa indikator penting dalam pendekatan Raising Giant, menurut riset dan publikasi dari Urban Education Institute (2019), antara lain:
1. Self-Control (Pengendalian Diri)
Anak mampu menunda kesenangan sesaat demi pencapaian jangka panjang.
2. Perseverance (Ketekunan)
Anak tetap konsisten dan terus berusaha meskipun menghadapi kegagalan.
3. Goal-Oriented Thinking (Berpikir Terarah pada Tujuan)
Anak tahu apa yang ingin dicapai dan memiliki rencana menuju ke sana.
4. Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang)
Anak percaya bahwa kemampuan bisa ditingkatkan melalui usaha.
5. Positive Adult Modeling (Teladan Dewasa Positif)
Anak melihat figur dewasa di sekitarnya sebagai contoh perilaku tangguh.
Bagaimana Cara Menerapkan Raising Giant di Rumah dan Sekolah
Mendidik anak agar memiliki grit melalui Raising Giant dapat dilakukan dengan beberapa strategi berikut:
1. Latih Anak Menetapkan Tujuan Jangka Panjang
Ajak anak untuk menetapkan impian dan target hidup, kemudian bantu mereka merancang langkah-langkah kecil untuk mencapainya.
2. Izinkan Anak Mengalami Kegagalan
Jangan langsung menyelamatkan anak saat mereka kesulitan. Biarkan mereka belajar bangkit sendiri, evaluasi kegagalan, dan mencoba kembali.
3. Terapkan Rutinitas dan Tanggung Jawab
Rutinitas yang konsisten membentuk disiplin. Berikan anak tanggung jawab sesuai usia agar mereka belajar menghadapi konsekuensi.
4. Berikan Pujian pada Usaha, Bukan Hasil
Alih-alih memuji nilai atau peringkat, berikan apresiasi pada kerja keras dan proses yang dilakukan anak.
5. Berikan Keteladanan
Orang tua dan guru harus menunjukkan sikap pantang menyerah, semangat belajar, dan menyelesaikan masalah dengan tenang dan bijak.
6. Latih Problem Solving dan Refleksi
Dorong anak berpikir kritis dan mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi, serta melakukan refleksi terhadap tindakan dan hasilnya.
Kesimpulan
Raising Giant bukanlah teknik instan, melainkan pendekatan jangka panjang yang bertujuan membentuk karakter kuat, tangguh, dan ulet dalam diri anak. Dengan dukungan lingkungan keluarga dan sekolah, serta teladan dari orang dewasa, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki grit untuk meraih kesuksesan sejati dalam hidup.
Sumber:
Duckworth, Angela. Grit: The Power of Passion and Perseverance. Scribner, 2016.
University of Chicago Urban Education Institute (UEI). (2019). Raising Giant: Building Grit in Urban Youth.
Tough, Paul. How Children Succeed: Grit, Curiosity, and the Hidden Power of Character. Houghton Mifflin Harcourt, 2012.
Dweck, Carol S. Mindset: The New Psychology of Success. Random House, 2006.
Indramayu. 25/6/2025
