Panggung Tanggung Jawab

Cataran Dt. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH Ketum PP HPK.

“Media sosial telah memberi setiap orang panggung,
bahkan bagi mereka yang tidak pantas berbicara.”
— Noam Chomsky

Di dunia yang dulu, bicara di ruang publik adalah hak istimewa.
Kini, **siapa pun bisa bicara kepada siapa pun**,
tanpa ditimbang oleh integritas, kedalaman, atau tanggung jawab.
Noam Chomsky, dengan ketajaman khasnya,
mengungkap paradoks dunia digital:
**semakin demokratis medianya, semakin terancam mutu percakapannya.**

Dalam kacamata **stoikisme**,
Epictetus mengingatkan,
“Diam adalah kekuatan,
dan bicara harus disertai dengan kebijaksanaan.”
Tapi era ini menjungkirbalikkan nilai itu.
**Kebisingan menggantikan kredibilitas,**
dan popularitas mengalahkan substansi.

**Filsafat kritis** mempertanyakan:
apakah kebebasan bicara berarti **semua suara harus didengar?**
Apakah kebebasan tanpa kurasi justru mengaburkan kebenaran?

Motivasi sejati bukan sekadar untuk bersuara,
tetapi untuk **menjadi pantas disimak.**
Karena di tengah lautan opini,
yang dibutuhkan bukan volume,
tetapi **kedalaman dan niat baik.**

Mari kita tidak sekadar berdiri di atas panggung,
tapi juga **membangun panggung dalam diri**
yang layak untuk dihormati dan diikuti.