
Prof. Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS Surabaya.
Memang healing atau pemulihan ke kondisi normal (sehat) itu mutlak diperlukan bagi orang-orang tertentu. Berarti juga boleh bilang mutlak tidak perlu bagi orang-orang tertentu yang lain. Istilah healing digunakan dalam proses pemulihan dari ketidak-normalan aspek fisik, mental, dan emosional (Stephen, 7 habits of highly effevtive people, 1989). Terlepas dari perbedaan penggunaan tersebut, yang jelas healing tidak sama dengan rekreasi, tamasya, piknik dll.
Merebaknya kata healing nampaknya kurang pas bila dibanding dengan kenyataan yang ada. Sebenarnya asli kata healing adalah digunakan untuk proses pemulihan (penyembuhan) dari ketidak-normalan (sakit). Tetapi cenderung penggunaan dalam realitasnya adalah hampir disamakan untuk semua keperluan pemulihan. Misalkan pemulihan dari kelainan fisik seperti terapi penyegaran dalam periode penyembuhan (recovery). Juga pemulihan dari kelelahan pikir seperti refreshing atau penyegaran otak. Atau juga digunakan untuk keperluan bersenang-senang tanpa ada aspek pemulihan seperti rekreasi, tamasya, dan piknik. Bahkan ada juga yang tujuan mulia silaturrohim atau anjang sana juga menggunakan kata healing.
Kecenderungan budaya kita yang sangat mudahnya atau merebaknya sesuatu yang baru yang dianggap menarik, dalam kata konotasi negatif latah. Maka kata healing termasuk juga yang menarik sehingga begitu cepat terkenal bahkan penggunaanya melebihi lingkupnya. Satu hal yang penulis tertarik untuk menulis topik ini bukan dalam pemilihan kata healing, tetapi pada aspek realisasi yang berlebihan. Tidak hanya pada keperluan pemulihan dari aspek kesehatan, tetapi juga dalam segala keinginan yang saya kwatir adalah tidak/kurang efektif. Contoh hanya sekedar ngisi waktu kosong yang tanpa memikirkan manfaat, ini namanya perbuatan yang mubadzir.
Mari kita tasarrufkan/alokasikan waktu kita untuk hal-hal yang jelas manfaatnya. Jangan sampai kesempatan emas kita untuk numpuk deposit akhirat hilang tanpa hasil. Mari kita hati-hati dalam menggunakan waktu, apalagi bagi kita yang sudah menjelang maghrib ini. Untuk saudaraku-saudaraku yang muslim mari kita segera lebih bisa menikmati berada dalam masjid.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 2 Dzul-hijjah 1446 / 29 Mei 2025
m.mustain
