Mantan Wakil Bupati Blitar Merasa Dirugikan Soal Kampanye

 

BLITAR – Mantan Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo merasa dirugikan karena fotonya digunakan dalam video kampanye pasangan Rijanto-Beky tanpa izin.

Video berdurasi 15 detik itu memperlihatkan Marhaenis yang mengenakan batik, berkopiah hitam, dan mengangkat jari telunjuk, yang seolah mendukung pasangan nomor urut 1, Rijanto-Beky, yang diusung PDI-P dan partai koalisi.

Dalam video itu tertulis “Bolone Henis Siap All Out” dan menyebar luas di media sosial seperti WhatsApp, memicu berbagai respons dari publik.

Marhaenis sendiri sudah tidak berada di lingkaran PDI-P dan kini duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Blitar dari PKB. Kepada media, Marhaenis menyatakan bahwa penggunaan fotonya adalah tindakan tak beretika, apalagi digunakan untuk kepentingan politik pasangan calon yang tidak didukungnya.

Marhaenis menegaskan bahwa ia mendukung penuh pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni, yang dianggapnya bisa membawa perubahan positif untuk Kabupaten Blitar. “Saya yakin Mak Rini dan Mas Ghoni punya peluang besar untuk menang, dengan dukungan solid dari PKB, Golkar, Gerindra, PSI, PKS, dan PPP yang turun ke dapil masing-masing,” ungkap Marhaenis, pada Selasa (29/10/2024), menegaskan bahwa jaringan relawan PKB di seluruh wilayah telah bekerja maksimal.

Menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menempatkan pasangan Rijanto-Beky unggul dengan elektabilitas 55% dibandingkan Rini-Ghoni yang hanya meraih 27%, Marhaenis mempertanyakan kredibilitas lembaga survei tersebut.

“Hasil survei belum tentu benar dan tidak semuanya bisa dipercaya. Saya dengar lembaga survei tersebut belum terdaftar di KPU Kabupaten Blitar,” ujar Marhaenis skeptis.

Menurutnya, hasil survei bukanlah acuan pasti dan masyarakat sebaiknya menunggu hasil akhir pada 27 November mendatang.

Survei yang dilakukan LSI Denny JA menggunakan metode multi-stage random sampling dengan 440 responden dan margin error sebesar 4,8%. Hasil survei menyatakan bahwa faktor utama tingginya elektabilitas Rijanto-Beky adalah dukungan dari tokoh agama populer, Gus Iqdam. Sebagai pendiri Pengajian Sabiluh Taubah, Gus Iqdam memiliki popularitas 95,9%, yang bahkan lebih tinggi dari para kandidat sendiri. Pengaruhnya terhadap masyarakat juga dinilai signifikan, dengan 43,4% pemilih menyatakan bersedia mengikuti arah dukungan yang diberikan oleh Gus Iqdam.

Sejumlah pengamat politik menilai bahwa pengaruh Gus Iqdam terhadap pilihan masyarakat merupakan elemen penting dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Blitar kali ini.

Namun, Marhaenis tetap optimis bahwa dengan kerja keras tim dan konsistensi kampanye, pasangan Rini-Ghoni dapat bersaing dengan pasangan Rijanto-Beky. “Kemenangan akan berpihak kepada siapa yang bekerja keras dan memiliki visi jelas untuk kesejahteraan masyarakat Blitar,” ucap Marhaenis.*Imam Kusnin Ahmad*