
Kediri-Menaramadinah.com Selasa Legi, 1 Oktober 2024 Kegiatan FDS/P2K2 (Kegiatan Peningkatan Kapasitas Keluarga) KPM PKH sekaligus ikut merawat situs dengan membersihkan sekitar lokasi candi Petirtaan Geneng di Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, bisa menambah kesadaran pentingnya melestarikan cagar budaya.

Pendamping PKH yang mendampingi Desa Brumbung adalah bernama Kurniatul Ak’yunin, seorang ibu muda, berkulit kuning langsab, wajah lonjong, hidung dan bibir nya mungil, dan berbadan centil, ramah, penuh perhatian dan inspiratif. Sedangkan panggil akrab nya adalah Mbak Yuni menjelaskan bahwa ketua kelompok Dsn Kebonagung ini bernama Novi Aris Saraswati, jumlah anggota KPM nya ada 23 orang.
Pada saat pelaksanaan kegiatan pertemuan di siang yang cerah ini berkata: “Ibu-ibu alhamdulilah pertemuan kita kali ini istimewa sekali, oleh karena juga dihadiri SDM PKH Kecamatan Kepung empat orang sekaligus, Mbak Ida, Mas Hadi dan Pak Habib”.
Lebih lanjut Mbak Yuni menjelaskan bahwa kehadiran teman sejawat SDM PKH ini tentu memberikan motivasi dan dorongan semangat untuk KPM PKH agar lebih giat lagi untuk menghadiri FDS/P2K2 dan inilah wujud nyata dari kekompakan dan sinergi antar SDM PKH Kecamatan Kepung.
Kepada para KPM PKH yang hadir Mbak Yuni menerangkan bahwa materi kali ini tentang ‘Bersih diri dan lingkungan’ dipilih nya lokasi pertemuan di situs Geneng ini agar suasana FDS/P2K2 tidak monoton dan bisa sambil turut membersihkan lingkungan situs.
Harapan nya peserta bisa mengaplikasikan kegiatan bersih diri dan lingkungan di rumahnya masing-masing. “Jika ada orang atau kelompok masyarakat yang mengadakan kegiatan di lokasi Geneng harus juga ikut menjaga kebersihan” pinta Mbak Yuni dengan suara yang jelas.
Situs Geneng sendiri sudah didata oleh BPCB dan sudah dipasang plakat sebagai salah satu cagar budaya, sehingga anggota KPM PKH khususnya yang hadir diingatkan oleh Mbak Yuni agar tidak merusak fasilitas yang ada, namun sebaliknya dihimbau untuk turut mengamankan dan merawatnya.
Sementara itu Nur Habib juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi tentang kebersihan diri dan lingkungan. Dalam penjelasannya Nur Habib, yang juga sebagai kader Lesbumi PC NU Kabupaten Kediri yang juga mendalami cerita tutur dan benda serta struktur benda bersejarah menjelaskan bahwa Desa Brumbung mempunyai banyak benda bersejarah dan situs Geneng adalah penemuan struktur bangunan yang baru ditemukan akhir-akhir ini. Nur Habib berkata: “Pemerintah Desa Brumbung sangat peduli terhadap warisan sejarah yang ada, ini terbukti Desa Brumbung sudah memiliki Museum Mini yang ada di kompleks Balai Desa”.
Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa di lingkungan Geneng ini di temukan prasasti pada era Kerajaan Kediri, selain itu di desa ini juga ditemukan prasasti pada masa Kerajaan Majapahit.
Sedangkan di museum desa Brumbung juga tersimpan Yoni, patung-patung, ambang pintu, jalat wara, bak mandi, makara dan lainnya. Masih menurut Nur Habib, bahwa di lingkungan areal Geneng ini ditemukan beberapa arung kuno, lebih dari sepuluh buah, ada 2 arung yang lokasi nya pas berada di sawah orang tua nya Mbak Yuni.
“Saya diantar Mbak Yuni bersama Bapaknya untuk melihat arung tersebut” kata Nur Habib, sambil mengingat kenangan indah saat itu. Pada awalnya hanya nampak seperti ‘joglangan’ (tanah yang dibali untuk menimbun atau membuang sampah, biasanya bentuk ya persagi)saja. Selang beberapa waktu setelah berkomunikasi dengan teman-teman komunitas sejarah (PASAK) saat itu ketua nya Mas Novi, akhir bersama beberapa teman PASAK diantar bapaknya Mbak Yuni melihat lubang seperti sebuah sumur tua atau joglangan tersebut dari atas tanggul dan turun kebawah sampai di sungai, ternyata ada dua pintu arung.
Jadi di Desa Brumbung ini memiliki peninggalan sejarah yang cukup berarti atau cukup besar. “Disebelah selatan Geneng ini ditemukan berbagai remah-remah peralatan rumah tangga baik dari bahan tanah, bahkan juga keramik dan porselin dari China” kata Nur Habib, disambut dengan bengong oleh para peserta. Apa maksud dan artinya? Nur Habib, langsung menambah bahwa, diduga dahulu lingkungan yang sekarang ini menjadi areal persawahan adalah lingkungan ‘perumahan’ .
Pada akhir penjelasan nya dia mengungkapkan bahwa dulu kemungkinan besar Desa Brumbung ini adalah kawasan perumahan yang penting, ditandai adanya temuan petirtaan yang memiliki jalat wara dengan ukiran yang indah dan relatif dengan motif manusia yang menunggangi hewan yang sampai saat ini belum bisa terungkap maknanya, yang jelas ini tempat pemandian ‘orang besar’.
Menurut pengamatan Nur Habib bahwa belum semua orang di sekitar Geneng atau Desa Brumbung ini yang mengetahui bahkan melihat kalau di daerah nya peninggalan sejarah yang penting, maka sangat pas dan tepat Mbak Yuni mengadakan kegiatan FDS/P2K2 di Geneng, agar mereka Tahu, potensi yang dimilikinya, termasuk juga pemimpin nya, lebih dalam tahU materi FDS, tahu nama Bupati Kediri Mas Dito, tahu hasil pembangunan yang telah dicapai antara lai Bandara Dhoho yang sekarang sudah beroperasi untuk penerbangan domestik.
“Sekarang apa yang harus kita persiapkan jika suatu saat nanti orang-orang luar datang ke desa kita?” Tanya Nur Habib, mengakhiri penjelasan nya.
Pada akhir FDS/P2K2, sebelum dilanjutkan memberikan lingkungan situs Geneng Mbak Yuni menyampaikan bahwa anggota, Bapak Kasun dan Juru pelestari situs Geneng menyambut baik dan berterima kasih serta terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mbak Yuni berkata: “Mari menjaga kebersihan dimanapun tempatnya dan kita wajib menguri-nguri peninggalan peninggalan nenek moyang kita”.
Nur Habib, mengabarkan.
