Wawa Asli Nganjuk Belajar SMA dan Kuliah di Perancis dan Ines Asli Perancis Belajar SMA dan Kuliah di Perancis

nganjuk.menaramadinah.com. Ngobrol dengan Wawa, yang nama lengkapnya Najwa Hilmia Zida yang asli berasal dari Nganjuk dan belajar di SMA serta kuliah di Perancis (full scholarship), dan Ines, yang nama lengkapnya Inès Marie Guillermin yang asli Perancis belajar di SMA serta kuliah di Perancis (Tanpa beasiswa), pasti akan banyak sekali hal menarik yang bisa dibahas. Mereka belajar di SMA satu kelas namun berbeda kampus ketika kuliah. Mari kita telisik percakapan mereka tentang pengalaman pendidikan mereka masing-masing.

[Wawa yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, telah menjalani masa remaja yang tidak biasa karena dia pindah ke Perancis untuk melanjutkan pendidikan SMA dan kemudian kuliah di sana. Pasti ada banyak tantangan dan kejutan yang dia alami selama proses adaptasi tersebut.
1. Adaptasi Budaya dan Bahasa:
o Wawa: “Saat pertama kali pindah ke Perancis untuk SMA, salah satu tantangan terbesar adalah bahasa. Meskipun sudah belajar bahasa Perancis di Indonesia, ternyata praktiknya berbeda. Tidak hanya soal akademis, tapi juga bagaimana berinteraksi dengan teman-teman dan guru di sekolah. Budaya sekolah di Perancis juga sangat berbeda dengan di Indonesia, dari cara belajar hingga cara berkomunikasi dengan guru.” Tetapi ternyata benar sebuah ungkapan Practice Makes Perfect. Dengan ungkapan itu, maka dia menguasai bahasa Inggris dan bahasa Perancis bersamaan.
o Ines: “Aku bisa membayangkan betapa sulitnya itu. Bahkan bagi kami yang orang Perancis sendiri, sekolah menengah atas cukup menantang dengan banyaknya materi yang harus dipelajari. Ditambah lagi, sistem pendidikan di sini menekankan banyak pada diskusi dan analisis, bukan hanya hafalan.”

2. Perbedaan Sistem Pendidikan:
o Wawa: “Di Perancis, sistem pendidikannya lebih menekankan pada pemikiran kritis dan analitis. Itu agak berbeda dengan di Indonesia, di mana saya lebih banyak belajar dengan metode hafalan dan pengetahuan dasar. Di sini, kami diajarkan untuk berpikir lebih mendalam dan mengemukakan pendapat kita sendiri. Itu sesuatu yang baru dan menantang bagiku, terutama di awal.”

o Ines: “Ya, memang betul. Aku merasa kami lebih didorong untuk mengembangkan argumen sendiri dan berdiskusi, bahkan sejak SMA. Ada banyak tugas esai dan presentasi yang harus kami lakukan. Aku penasaran, apakah kamu merasa ini lebih sulit dibandingkan dengan cara belajar di Indonesia.”
3. Pengalaman Kuliah di Perancis:
o Wawa: “Kuliah di Perancis juga memberikan pengalaman yang luar biasa. Banyak mata kuliah yang lebih menekankan pada penelitian dan proyek mandiri, dan dosennya sangat mendorong kita untuk mengeksplorasi topik yang kita minati. Aku rasa ini berbeda dengan kuliah di Indonesia yang mungkin lebih terstruktur dan terpusat pada teori. Aku belajar untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menuntut ilmu.”
o Ines: “Aku setuju. Kuliah di Perancis memang cenderung memberi kebebasan yang lebih besar kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi bidang yang mereka sukai. Namun, kadang-kadang itu juga membuat kita harus lebih proaktif, ya. Aku penasaran, apakah kamu merasa kesulitan atau justru terbantu dengan sistem ini.”
Perspektif Ines:

Ines, yang asli Perancis dan berkuliah di sana, mungkin akan memberikan pandangan yang berbeda, terutama dari sisi seseorang yang sudah terbiasa dengan sistem pendidikan Perancis sejak kecil.
1. Pandangan tentang Mahasiswa Internasional:
o Ines: “Melihat teman-teman internasional seperti kamu, Wawa, sering kali membuatku kagum. Aku pikir butuh keberanian besar untuk beradaptasi dengan sistem yang benar-benar berbeda, apalagi pada usia remaja. Aku penasaran, apakah ada sesuatu dari sistem pendidikan di Indonesia yang kamu rindukan atau yang menurutmu lebih baik?”
o Wawa: “Aku rasa, aku merindukan kedekatan dengan teman-teman di sekolah. Di Indonesia, mungkin hubungan antar siswa lebih akrab, kita sering belajar bersama dan saling membantu. Tapi di Perancis, aku melihat siswa lebih mandiri dan kompetitif. Itu juga bagus, tapi membutuhkan adaptasi tersendiri.”

2. Keuntungan Kuliah di Perancis:
o Ines: “Aku merasa pendidikan di Perancis memberikan banyak peluang untuk berkembang secara akademis maupun pribadi. Banyak universitas yang memiliki reputasi internasional, dan ada banyak peluang untuk melakukan penelitian atau proyek nyata selama kuliah. Bagaimana pendapatmu tentang ini, Wawa?”
o Wawa: “Aku setuju. Kesempatan untuk terlibat dalam penelitian sejak awal kuliah adalah salah satu hal terbaik di sini. Aku merasa bisa benar-benar mendalami minatku dan belajar langsung dari ahlinya. Ini adalah salah satu alasan kenapa aku memilih kuliah di Perancis.”

Dari percakapan ini, kita bisa melihat bagaimana pendidikan di Perancis menawarkan banyak tantangan dan peluang, terutama bagi mahasiswa internasional seperti Wawa. Pengalaman belajar dari SMA hingga kuliah di Perancis jelas membentuk cara pandang Wawa tentang pendidikan dan kehidupannya. Sementara itu, Ines yang tumbuh dan belajar dalam sistem ini bisa memberikan perspektif tentang bagaimana pendidikan di Perancis bisa berbeda namun juga memiliki kesamaan dengan tempat lain.

Diskusi seperti ini bisa menjadi jembatan untuk saling memahami bagaimana pendidikan dapat mempengaruhi cara kita berpikir, berinteraksi, dan menghadapi tantangan hidup. Pasti sangat inspiratif untuk mendengar bagaimana Wawa dan Ines memandang pendidikan mereka dan bagaimana pengalaman mereka dapat saling memperkaya. Muhammad Lukman Syafii