Dosen FKIP UNUSA Gelar Sosialisasi Permainan Kinestetik untuk menumbuhkan karakter Kerjasama di SDN Sidodadi Sidoarjo

Menaramadina surabaya com. Sidoarjo, 24 Juni 2024 – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, dosen FKIP UNUSA mengadakan Webinar Pendidikan PJOK dengan tema “Pengembangan Model Permainan Kinestetik dalam Pembelajaran PJOK SD”.

Acara ini berlangsung pada tanggal 24 Juni 2024 pukul 19.00-20.30 dan dihadiri oleh sekitar 90 peserta, yang terdiri dari guru PJOK dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Anita Wanodiya Kurnia, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Sidodadi Sidoarjo, menyampaikan apresiasi kepada para peserta. Meskipun webinar ini dilaksanakan secara online, para peserta tetap menunjukkan semangat yang tinggi untuk belajar tentang permainan kinestetik dalam pembelajaran PJOK SD sebelum pembelajaran inti dimulai.

Sebagai narasumber, Bapak Sunanto, dosen PGSD FKIP UNUSA, menyampaikan materi tentang sosialisasi pengembangan model permainan kinestetik.

Beliau menekankan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani berbasis permainan kinestetik memiliki peluang sangat baik untuk menumbuhkan kecerdasan anak, membentuk mental yang tangguh, dan mengembangkan keterampilan kerjasama melalui permainan yang menarik dan berkarakter.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi ilmu, tetapi juga sebagai motivasi bagi para guru dan mahasiswa untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang cerdas, tangguh, dan memiliki keterampilan kerjasama yang baik.

Webinar ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh dosen FKIP UNUSA di SDN Sidodadi Sidoarjo.

Ke depannya, akan ada program lanjutan yang lebih mendalam mengenai aplikasi permainan kinestetik dalam kurikulum PJOK, termasuk pelatihan praktis dan pendampingan kepada guru-guru PJOK di sekolah tersebut.

Melalui program lanjutan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mengadopsi model pembelajaran ini, sehingga semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan manfaat dari pendekatan inovatif ini dalam pendidikan jasmani.

(SN)