Penulisan Buku Biografi Kiyai Sepuh Pondok Pesantren di Kecamatan Kepung, Prioritas Utama, Lesbumi MWC NU Kepung

Kediri-Menaramadinah.com Minggu Legi, 23 Juni 2024. Lesbumi MWC NU Kecamatan Kepung Kediri Dokumentasikan Kiai-Kiai Sepuh Daerah Lewat Karya Tulis.

Itulah salah satu prioritas program yang dihasilkan dalam Musyawarah Kerja Wakil Cabang (Muskeracab I) MWC NU Kecamatan Kepung, dari Lesbumi MWC NU Kepung, pada hari Jum’at, tanggal 21 Juni 2024 bertempat di Gedung MTs Sunan Ampel, Dsn. Jowah, Ds. Siman, Kec. Kepung Kab. Kediri. Berikut ini adalah penuturan lengkap dari Ketua Lesbumi MWC NU Kepung: Moch. Didin Saputro, S.P, mari kita simak,

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWC NU Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri mempunyai program mengenang jasa-jasa kiai sepuh di daerah melalui karya tulis. Hal itu sebagai salah satu upaya mengenalkan tokoh-tokoh kiai di daerah ke generasi muda.

Program tersebut disampaikan Lesbumi MWC NU Kecamatan Kecamatan Kepung disela Musyawarah Kerja Wakil Cabang 1 pasca pergantian pengurus baru masa khidmat 2024-2029.

Pembina Lesbumi MWC NU Nur Habib S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa Kecamatan Kepung merupakan daerah yang banyak pesantren salafiyah. Dan terkenal menjadi kecamatan yang memiliki jumlah pesantren terbanyak di Kabupaten Kediri dan jumlahnya mencapai puluhan “Tentu saja di Kepung ini banyak kiai-kiai sepuh yang mempunyai jasa dalam perjalanan NU di wilayah ini,” ungkapnya.

Nur Habib meyebut, salah satunya adalah Pesantren Tua di Kepung seperti Ponpes Mahir Arriyadhl di Ringinagung Desa Keling. Di mana pesantren ini juga memiliki kiai-kiai dan tokoh pendiri yang sangat berpengaruh bagi perkembangan pesantren disekitarnya.

“Bahkan di setiap desa di Kecamatan Kepung ini juga punya kiai-kiai atau tokoh ulama yang perlu dikenang generasi muda,” sebut pria yang juga sebagai pendiri Cekakik Artis Community tersebut.

Sementara Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Kepung Mochammad Didin Saputro mengungkapkan, dalam pendokumentasian kiai sepuh ini, pihaknya melibatkan unsur semua ranting NU di setiap desa. “Kami juga akan membentuk Lesbumi hingga tingkat ranting,” ujarnya.

Kata Didin, Kecamatan Kepung memiliki kultur budaya yang beragam. Kebudayaan di masing-masing desa dan pesantren juga memiliki gaya masing-masing. Sehingga hal tersebut akan menambah warna dalam khasanah penulisan karya tulis Kiai Sepuh di daerah Kepung nanti.

Ia berharap, generasi muda Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kepung khususnya bisa terlibat dalam program ini. Sebab, menurutnya ini tidak hanya sekadar pendokumentasian saja.”Namun kami berharap ini juga berdampak pada pengalaman dan keterampilan pemuda NU di Kepung untuk bisanberkarya dalam hal reportase sosial budaya di daerah,” tambahnya.

Didin menambahkan, bahwa Lesbumi sebagai lembaga yang fokus tentang kebudayaan ini dapat memberikan semangat berbudaya di kalangan NU. Salah satunya adalah menanamkan budaya-budaya kebaikan dalam berkehidupan sehari-hari.

Semoga program Lesbumi MWC NU Kepung ini bisa segera direalisasikan dengan penuh semangat dan bisa terselesaikan sesuai dengan target waktu nya, yakni pada tahun pertama kepengurusan ini.

Nur Habib dan Didin Saputro, mengabarkan.