Rayakan Idul Adha 1445 di Kampung Halaman , Agung Kuswandono berkomitmen Kurangi Sampah Plastik.

Banyuwangi-menaramadinah.com, Gerakan Indonesia Bersih yang mana salah satu tujuannya adalah mengurangi sampah plastik. Agung Kuswandono , Sekretatis Komite Pengawas Pajak ( Komwas ) Kementerian Keuangan RI menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Bersih adalah gerakan kita bersama. “Gerakan Indonesia Bersih adalah gerakan kita bersama. Sampah adalah musuh kita bersama. Menjaga Indonesia bersih adalah tanggung jawab kita semua”.

Konsisten mewujudkan Indonesia bersih, dalam perayaan Idul Adha 1445 H yang jatuh pada hari Senin , 17 Juni 2024, Agung Kuswandono berkesempatan merayakan Idul Adha 1445 Hijriyah di Banyuwangi Jawa Timur kampung halamannya memastikan, wadah kemasan daging qurban tidak menggunakan plastik. Wadah yang dipilih adalah keranjang bambu dialasi daun jati.
Keranjang bambu dialasi daun jati ini bukanlah kemasan sekali pakai. Keranjang bambu ini cukup kuat untuk dimanfaatkan ulang sebagai kemasan bumbu dapur misalnya.

Agung menegaskan, sebagai gerakan bersama yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pelaksana teknis hariannya, merupakan bentuk ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar setiap individu bisa bergerak bersama untuk lebih peduli mengurangi produksi sampah dan mengelola sampah harian, khususnya sampah plastik lebih baik lagi.

Agung Kuswandono menambahkan bahwa setiap tahun sejak 2015 dilakukan semacam edukasi untuk warga penerima daging qurban yang masih membawa plastik. “Kami edukasi tidak perlu pakai plastik. Kalau dapat banyak,
keranjang bambu gampang dibawa. Bawa banyak pun tidak repot menentengnya.” kata Agung
“Intinya kita berusaha untuk tidak menggunakan bahan plastik, Ini gerakan kita bersama dan kita harus memulainya dari diri sendiri”, tegasnya.

Sementara Ny. Yani Agung Kuswandono menambahkan Keranjang bambu karya pengrajin lokal di Desa Wangkal, Banyuwangi. Alhamdulillah, berkat dorongan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, pesanan keranjang dan besek bambu membludak, rezeki pengrajin lokal.” urainya.

Yani mengatakan pihaknya telah konsisten dalam beberapa tahun terakhir ini memanfaatkan keranjang bambu sebagai wadah daging qurban, pungkas bu Yani. (Rishje)