Konflik Agama Target Pertama operasi asing

Catatan : Gus Muskan Turino

Mewaspadai bulan nopember 2024 dimana bulan tersebut akan dimulainya pilkada serentak.

Utamanya pilkada DKI, ingat jangan sampai terulang kembali peristiwa 2017 saat salah satu kontestan mengusung tema rasisme golongan dan kelompok agama hingga ia terpilih menjadi Gubernur DKI.

Terpilihnya Gubernur DKI saat itu sampai hari ini masih menyisakan luka tidak saja pada masyarakat Jakarta tapi Indonesia.

Mobilisasi para habaib untuk melakukan gerakan rasis golongan dan kelompok hingga hari ini terus terjadi.

Sebagian dari mereka (para habaib) hari ini sengaja melempar isu nasab dengan kalimat “nasab turunan walisongo nasabnya terputus dengan nabi” kecuali habaib yang nasabnya tersambung dengan nabi.

Rupanya isu tersebut berhasil sedikit menggoyang pertahanan salah satu ormas sekaligus civil socity terbesar di Indonesia, hingga tokoh2nya baik yang struktural maupun yang kultural mulai pecah.

Gerakan isu nasab di Indonesia polanya hampir sama dengan terjadinya konflik kelompok sunni dan haoti di Yaman.

Yaman Selatan adalah negara yang berideologikan komunis yang banyak dihuni oleh kaum sunni.

Sedangkan Yaman Utara adalah bentuk negara republik yang banyak dihuni oleh kaum Syi’ah (kelompok haoti). Hingga hari ini mereka berdua masih perang.

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia ?

Jika melihat fenomena dua dasawarsa terakhir kelompok habaib yang dengan terang terangan melakukan perlawanan kepada pemerintah atas nama demokrasi mulai dari gerakan 212, 411, GNPF, Pilpres 2014, Pilkada 2017, Pilpres 2019 hingga gerakan propaganda lewat ceramah2 secara masif dengan memuliakan diri dan kelompok, klimaksnya mereka melempar isu nasab dengan membenturkan nasab walisongo dan ba’lawi.

Pola tersebut persis ada kesamaan dengan peristiwa konflik horisontal di Suriah, Yaman, Afganistan dan negara negara Islam maupun negara yg penduduknya mayoritas Islam.

Apakah gerakan tersebut bagian dari operasi menuju negara federal atau negara agama yang didalangi oleh Inggris sebagaimana negara negara persemakmuran lainnya (sebagian Asia Tengah, dan sebagian Asia Tenggara).

Fenomena yang berkembang diatas, ditengarai ada beberapa oknum habaib yang dicurigai sebagai proxy asing, oleh karena itu khususnya umat Islam dan umumnya bangsa Indonesia harus waspada dan hati hati karena jika kita larut apalagi termakan oleh gerakan mereka, maka gelombang konflik agama akan terjadi, itulah sebenarnya target pertama dari operasi asing di indonesia.

Salam,
Miskan Turino 🇮🇩