“konflik nasab berpotensi merusak kebhinekaan”

Catatan : Gus Miskan Turino.

Masyarakat Indonesia itu sangat majemuk, warganya sangat beragam terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan.

Diantara saudara sebangsa dan sesama warga bangsa yang multi etnik tidak berlaku saling klaim paling mulia atas dasar keturunan apalagi agama.

Hari ini lagi viral dan ribut bahkan menjurus pada konflik nasab antara kelompok ba’alawi vs walisongo, jika salah satu tidak eksklusif dan merasa paling mulia seharusnya hal itu tidak perlu terjadi.

Azas Tunggal Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah bagian dari komitmen kita sebagai anak bangsa telah dijamin kemuliaannya masing masing dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara.

Jika warga keturunan Arab yang selama ini telah mewarnai konflik nasab hendaknya dihentikan apalagi dalam dakwahnya selalu mengumbar ujaran kebencian dan rasisme agama bahkan nasab.

Ingat !!

Semua warga bangsa khususnya Indonesia dari gugusan pulau2 mulai Jawa, Sumatra, Kalimantan dst, masing masing punya trah keturunan raja raja, karena memang bangsa Indonesia sebelum Islam masuk, Indonesia adalah negara yang terdiri dari kerajaan dan kesultanan, artinya bangsa Indonesia DNAnya adalah bangsawan (terhormat dan mulia) disamping peradabannya jauh lebih maju, ditunjang dengan budaya yg sangat bermartabat (santun dan permisif).

Akhir akhir ini ada sekelompok habaib yang katanya dari trah Ba’alawi berupaya melakukan klaim kelompok yang paling mulia dimuka bumi Indonesia, hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus dihentikan untuk disadarkan.

Karena ketika ada kelompok2 yang mendikotomikan diri (ekslusif), maka akan membahayakan kebhinekaan yang sudah dibangun oleh pendiri bangsa dengan susah payah.

Karena tidak ada negara di dunia yang mampu dan bisa merawat keragaman bangsa dan budaya bisa hidup rukun dalam satu negara kecuali Indonesia.

Oleh sebab itu munculnya konflik nasab antara kelompok habaib (keturunan ba’alawi) vs walisongo (keturunan walisongo) umat Islam di Indonesia harus hati hati dan segera menurunkan tensinya, bila perlu keduanya melakukan tabayun agar tidak dimanfaatkan oleh pihak pihak yang ingin memecah bela bangsa.

Saatnya kedua elit dari dua kelompok tersebut bertemu untuk menyudahi konflik nasab yang jika tidak disadari oleh keduanya, masalah tersebut akan terus berkepanjangan yang tak ada ujungnya.

Ingat bangsa Indonesia adalah bangsa dengan budayanya yang sangat bermartabat karena bangsa Indonesia adalah keturunan para dewa yang terlahir diatas lempengan surga.

Sekali lagi, kami ingatkan jangan sakiti ibu pertiwi…

Salam,
Miskan Turino 🇮🇩