Mendiskusi Ajaran Soekarno Oleh Airlangga Pribadi Kusman Yang Diselenggarakan Begandring Soerabaia di Pakan Soekarno

Airlangga Pribadi Kusman  dosen Unair tahun 2024 ini hadir di acara Pekan Soekarno yang digelar oleh Komunitas Begandring Soerabaia Jl. Makam Peneleh 46 Surabaya. Bagaimana pendapatnya tentang dibalik munculnya  Benang Merah Ajaran Soekarno. Berikut ini laporan Husnu Mufid Pemred menaramadinah.com :

Boleh dibilang ikut merayakan dan menyemarakkan Pekan Soekarno yang diselenggarakan Komunitas Begandring Soerabaia. Memang luar biasa.

Alasan Begandring Soerabaia menggelar acara Sepekan Soekarno  itu. Menurut Kuncar pemilik Rumah dan salah satu tokoh Begandring Soerabaia serta moderator  mengatakan, karena Walikota Surabaya Eri Cahyadi tahun 2024 tidak mengadakan secara besar besaran Bulan Bung Karno di Surabaya seperti tahun 2023

“Oleh karena itu kita Begandring Soerabaia mengadakan Bulan Bung Karno dengan nama Pekan Soekarno. Sehingga peringatan Bung Karno  tetap ada, ,”ujar Kuncar saat membuka acara Diskusi Benang Merah Ajaran Soekarno yang disampaikan Aitlangga Pribadi Kusman, S IP. M Si. Ph.D. di Jl. Makam Peneleh 46 Surabaya

Dalam penyampaian materi tentang Ajaran Soekarno. Airlangga Pribadi Kusman menyatakan, bahwa Ajaran  Soekarno yang cukup terkenal itu adalah Marhaenisme.

Munculnya acara ini ketika Soekarno saat kuliah di ITB bertemu dengan seorang bernama Mahaen. Dimana orang ini hanya memiliki sepetak tanah. Tidak cukup untuk biaya hidup. Sehingga terpaksa menjadi buruh tani.

Nah kondisi inilah menjadikan Soekarno kemudian punya cita cita ingin memerdekakan  bangsa Indonesia dari bangsa kolonial yang menjajah.

Bagi Bung Karno yang penting merdeka dulu bangsa Indonesia. Soal kesehatan dan kesejahteraan menyusul. Mengingat waktu itu bangsa kita yang bisa baca tulis masih sedikit.

:Yang penting Merdeka dulu,”ujar dosen yang santun dan telah beli buku Masa Kecil Bung Karno di Surabaya karya Drs. Husnu Mufid, M PdI.

Paparan tentang Ajaran Soekarno ini mendapat perhatian serius dan antusias dari peserta yang hadir. Sehingga terlantar berbagai pertanyaan, baik dari peserta yang masih duduk di SMA dan dua dosen yang hadir.

Pertanyaan yang agak rumit itu dijawab dengan baik tanpa ada sanggahan balik sang penanya. Tanpa terasa pukul 22.00 wib.

Acarapun berakhir dan Kuncar selaku moderator mengakhiri dengan menyatakan Begandring Soerabaia sebagai pusat data dinyatakan diresmikan sendiri dihadapan seluruh peserta Diskusi yang hadir.

Hal ini dilakukan karena seorang anggota yang sedianya berjanji akan meresmikan Pusat Data Sejarah di akhir acara Diskusi Ajaran Siekarno.

Ternyata tidak bisa datang dengan alasan ada urusan yang mendadak. Pesertapun agak kecewa. Tapi kekecewaan itu hilang setelah foto bersama diakhir acara. Senyum dan tertawa sambil mengucapkan Merdeka bersamaan cepetan kamera HP.