“hanya bangsa yg militansi nasionalismenya rendah yg bisa diganggu oleh tangan2 setan”

Catatan : Gus Miskan

Para radikalis proxy asing benar2 melawan Jokowi habis2an.

Ketika Jokowi berkompetisi dengan Prabowo di pilpres 2014 dan 2019 mereka menunggang ke punggung Prabowo melalui isu PKI, antek asing, aseng kemudian membuat lembaga survey yg memenangkan Prabowo, atas dasar ciptaannya itulah akhirnya mereka melakukan gugatan hasil pilpres ke MK.

Begitu juga ketika Anies melawan Ahok di pilgub DKI 2017 mereka menunggang di punggung Anies melalui pintu SARA hingga hasilnya Ahok dipenjara atas isu penistaan agama dan anehnya ada adegan demo dengan tema “turunkan Jokowi”.

Tidak cukup hanya disitu gerakan dengan target turunkan Jokowi mulai 212, 411 dan seterusnya berlanjut.

Sekarang begitu melihat Jokowi diduga berseberangan dengan Megawati dan PDIP, kesempatan ini tidak disia siakan rupanya kini mereka (Eggi Sudjana dkk) langsung gerak menunggang di punggung PDIP melalui pintu masuk putusan MKMK.

Sejak lahirnya FPI hingga deklarasi HTI di stadion bungkarno di era pemerintahan Sby, mungkin mereka merasa terhadang oleh kehadiran Jokowi sehingga pada 2014 hingga hari ini target mereka harus mampu menghentikan laju Jokowi dengan cara apapun.

Ada apa sebenarnya…!

Sebagaimana yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa ada kekuatan besar yang diduga ber-reinkarnasi untuk menguasai pengelolaan SDA negara dengan pola yang berbeda.

Saat ini pola yang dibangun oleh gank besar dunia tidak lagi membenturkan TNI dengan Partai, tapi polanya membenturkan Jokowi dengan Ketum Partai.

Pola tersebut lagi lagi terbaca oleh Jokowi, dan Jokowi menghadang dengan melakukan mobilisasi ketum partai untuk bersama sama melawan mereka.

Tidak berhenti sampai disini, merasa rencananya dihadang, dan mereka melihat cela bahwa ada partai yang dianggap sedang berseberangan dengan Jokowi, maka langsung masuk berusaha menungganginya.

Kedua, gerakan kaum radikalis dari mulai menunggangi momen politik sampai membangun jaringan sel selnya dipelosok negeri hingga ke dalam tubuh pemerintahan dan TNI/Polri sudah sangat masif, terbukti pada kurun pertengahan Oktober hingga 3 Nop 2023 telah tertangkap kurang lebih 84 teroris yang mau menggagalkan pemilu 2024.

Oleh karenanya kita semua seharusnya sadar bahwa bangsa ini saatnya bersama sama menyelamatkan dan mengamankan pembangunan negeri ini dari gangguan asing, agar kita tidak terseret oleh gerakan mereka yang targetnya adalah menciptakan disintegrasi bangsa, dengan begitu mereka (gank besar dunia) akan dengan mudah memasukkan konsep negara federal.

Melihat indikator dan pola gerakannya yang persis seperti kasus kasus di timur tengah dan suriah, pertanyaannya kenapa mereka (gank besar dunia) harus memaksakan agar Indonesia menjadi negara federal ?, karena sasaran utamanya adalah penguasaan SDA.

Apalagi jika dilihat dari geografi dan etnis golongan maupun agama, Indonesia sangat berpotensi dipecah dan dikuasai, sebab elemen bangsa ini terlihat kualitas militansi nasionalismenya rendah.

Pemilu 2024 adalah momentum bagi gank besar dunia (asing) untuk menentukan gangguan yang dia lakukan melalui proxy2nya akan berhasil atau tidak, karena gangguan ini akan terus berlanjut hingga 2045.

Semoga Indonesia diselamatkan dari gangguan tangan tangan setan.

Salam,
Miskan Turino