Bahagia Sejahtera Dengan Shalat Dhuha

Catatan Anis Yuni Maulida dkk : Mahasiwa PAI FTK UINSA

Inilah catatan kecil kelompok kami :
1. Aini Wulandari (06010121003)
2. Alfyatus Sholicha (06010121004)
3. Anis Yuni Maulida (06020121033)
4. Rismalia Zahrotul Ilmi (06030121082)
5. Dwi Mariatul Qibtia 06040121101
6. M. Ishom Fahmi Ayatillah
(06040121111)
Ke 6 mahasiswa ini dibimbing langsung oleh Ustadz Yahya Aziz, S.Ag, M.Pdi (Dosen FTK, Da’i & Penulis Buku) dalam riset penelitian buku, kuliah materi PUBLIC SPEAKING.
Beliaulah selalu memotivasi kami di kelas, alumni FTK Uinsa setelah lulus harus mempunyai 3 ketrampilan. Terampil BBM. Terampil 1.Berpidato, 2. Terampil Baca Kitab, 3. Terampil Menulis.
Tulisan bahagia sejahtara dengan shalat dhuha adalah intisari dari buku berjudul : “Totalitas Shalat Dhuha Sejahtera Penuh Cinta”, karya Dr.H Syarif Thayib,S.Ag M. Si
Dosen UIN SUNAN AMPEL, diterbitkan UIN Sunan Ampel Press 2017 Surabaya
Buku ini berisi penjelasan tentang bagaimana pelaksanaan sholat Dhuha secara totalitas . Didalamnya memuat berbagai kutipan, ayat, dan kisah-kisah inspiratif. Tentunya banyak sekali manfaat yang diperoleh para pembaca agar bisa termotivasi untuk selalu istiqomah mengamalkan ibadah sholat Dhuha.

Secara terperinci, buku ini dibagi kedalam 8 sub bab dengan tema yang berbeda-beda.
Bab 1 menjelaskan tentang kewajiban yang harus dilakukan sebelum sholat yakni berwudhu. Selain untuk ibadah, wudhu juga berperan dalam kehidupan, seperti menjaga kesehatan tubuh manusia, menjaga tubuh bagian dalam, dan banyak manfaat lainnya.

Selanjutnya pada bab 2 penjelasan mengenai hakikat sholat. Yang mana sholat adalah perbuatan yang dapat menentukan amal-amal lainnya, dan mendirikan sholat juga termasuk kepada mendirikan agama. Penulis menjumpai 22 ayat yang berhubungan dengan perintah, keutamaan, dan faidah-faidah sholat. Penulis menjelaskan bagaimana tata cara sholat dengan rinci beserta bacaan sholat diiringi dengan contoh gambar agar pembaca mudah memahaminya.

Pada bab 3 menjelaskan tentang makna dan filosofis gerakan sholat mulai dari takbirotul ihram sampai dengan salam. Sebagaimana satu kutipan yang ada pada buku tersebut “Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya) meskipun harus dengan merangkak” (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu, penjelasan sholat Dhuha masuk kepada bab berapa?. Jawabannya ada pada bab 4. Didalamnya dijelaskan terkait Keistimewaan makna Dhuha hingga Allah menjadikan sebagai kata sumpah yang digunakan dalam Al-Qur’an. Dengan mengamalkan sholat Dhuha dapat mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan. Namun harus dikerjakan secara istiqamah dan diiringi dengan usaha.

Bab 5 adalah pandangan sholat dhuha dalam berbagai perspektif. Mulai dari manfaat sholat dhuha berdampak pada kehidupan keluarga, yakni menjadi ekspresi kebahagiaan (syukur) karena diberi kenikmatan sehat berjumpa pagi kembali. Hingga dampaknya pada ekonomi dan lingkungan sosial.

Bab 6 Karomah bagi pecinta shalat Dhuha itu ibarat kita menanam pohon jati, lalu kita rawat, maka suata saat kita akan memetik laba jutaan rupiah dari hasil penjualan. Didalamnya banyak kisah-kisah inspiratif yang terbilang ajaib hanya dengan mengamalkan sholat dhuha.

Pada bab 7 berisi Hidup Sejahtera Penuh Cinta, maksudnya adalah hasil yang kita tuai adalah sesuai dengan yang kita tanam. Sehingga ketika kita mengamalkan sholat dhuha maka itu tidak akan sia-sia. Sebagaimana Syekh Abdullah Azzam berkata “Sholat itu berat, karena yang digerakkan untuk sholat bukanlah kaki dan tangan, melainkan hati dan jiwa”.

Kemudian bab akhir adalah tentang totalitas sholat dhuha, yakni bagaimana pemahaman kita dari awal hingga akhir yang akan menentukan keberhasilan sholat dhuha kita. Mulai dari pemahaman persiapan sebelum sholat, prosesi sholat, dan aksi setelah sholat.

Dalam hal ini Kehadiran buku ini dapat digunakan oleh masyarakat. Karena penulis menjelaskan dengan terperinci mengenai apapun yang berhubungan dengan pengamalan shalat dhuha dengan baik. Berdasarkan penjelasan yang ditulis dalam buku ini, bahwa shalat Dhuha tidak hanya untuk mendatangkan rezeki, tetapi juga mendapatkan hidup sejahtera penuh cinta. Keutamaan shalat Dhuha ini juga dirasakan oleh orang lain yang tercantum dalam buku tersebut sehingga menginspirasi pembacanya.
Selain itu, buku ini dapat dijadikan rujukan atau referensi dalam penulisan karya ilmiah. Karena terdapat beragam kisah menginspirasi.
Buku yang terbit sebelum ini adalah ;
1. Pelatihan Shalat Khusyu’ oleh Abu Sangkan
2. Terapi Shalat Tahajud & Pelatihan Shalat Tahajud oleh Prof. Moh Sholeh
3. 60 Menit Terapi Shalat Bahagia oleh Prof. Moh Ali Aziz
4. Shalat Khusyu’ : Berbisik Bisik Dengan Allah oleh Agus Musthofa
Maka buku Totalitas Shalat Dhuha melengkapi bacaan yang belum tersentuh oleh masyarakat.
Semoga setelah ini ada mahasiswa UINSA yang meneliti Pengaruh Shalat Duha Terhadap Kesehatan, yang melibatkan praktisi kesehatan (dokter & laboratorium) dengan mengambil sampel darah bagi pengamal shalat duha dengan yang tidak mengamalkan shalat duha. Akan terlihat jelas bukti empirisnya yaitu IMUNOLOGY (Ketahanan Tubuh)nya.
Ketahanan tubuh berkaitan dengan kesehatan. Kesehatan berkaitan dengan kebahagiaan & kesejahteraan
Wallahu ‘alam Bisshowab.

Barakallah, semoga kita dapat mengamalkan shalat Dhuha dengan Istiqomah.